Category: Meriam dan Howitzer

Setiap Hari Rusia Produksi 12.320 Amunisi Artileri dengan Biaya per Unit $1000, Lebih Murah 3x Lipat dari Buatan AS dan Barat

Jauh dari surut, perang Rusia versus Ukraina yang telah memasuki tahun ketiga justru kian berkobar. Dan di antara jenis senjata yang masif digunakan adalah penggunaan artileri medan oleh kedua belah pihak. Bila Ukraina sepenuhnya mengandalkan pasokan dari negara-negara Barat, maka Rusia berupaya menggenjot produksi amunisi artileri dari dalam negeri. Mengingat jalannya peperangan yang intens, maka menjadi pertanyaan, berapa banyak amunisi yang diproduksi Rusia? Serta berapa kocek yang dibutuhkan untuk memproduksinya. (more…)

M1939 61-K – Meriam Pertahanan Pangkalan Arhanud Korps Marinir TNI AL

M1939 Korps Marinir (Foto: Istimewa)

Meriam penangkis serangan udara (PSU) yang satu ini usianya relatif sama dengan meriam S-60 Arhanud TNI AD. Di Indonesia, meriam ini dipercayakan operasionalnya kepada Arhanud Korps Marinir. Seperti halnya basis pangkalan udara (lanud), maka keberadaan pangkalan angkatan laut berupa dermaga juga menjadi bagian elemen vital yang harus mendapat perlindungan, maklum di basis pangkalan laut biasanya berkumpul beberapa kapal perang dan instalasi penting lainnya. (more…)

“Nggak ada Matinya,” TNI AD Kembali Modernisasi Meriam PSU S-60 Kaliber 57mm

S-60 TNI AD dalam pameran ABRI 1995

Ibarat ungkapan “nggak ada matinya,” meriam penangkis serangan udara (PSU) S-60 yang telah digunakan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD sejak awal dekade 60-an, rupanya masih jauh dari kata pensiun. Dioperasikan dalam jumlah yang lumayan besar, meriam kaliber 57 mm buatan Soviet ini, nampaknya masih akan terus digunakan TNI AD di masa depan. (more…)

MBT Challenger 3 Inggris – “Tinggalkan Depleted Uranium, Beralih Gunakan Amunisi Enhanced Kinetic Energy”

Meski dari desain tidak ada perubahan yang berarti, namun Inggris berani sesumbar, bahwa Challenger 3 yang digarap oleh Rheinmetall BAE Systems Land (RBSL) adalah Main Battle Tank (MBT) terbaik NATO. Klaim dari Inggris terbilang berani sekaligus mengundang pertanyaan, pasalnya di lingkup NATO ada keluarga MBT Leopard, Abrams, dan Lecrec. Nah, aspek apa saja yang membuat Negeri Britania demikian percaya diri atas klaim Challenger 3 sebagai MBT terbaik NATO, menarik untuk dicermati. (more…)

Demi Ukraina, Perancis Rela Dongkrak Produksi CAESAR 6×6 Hingga Enam Kali Lipat per Bulan

Sebagai bagian dari kampanye “ekonomi perang (economy of war)” yang dicanangkan Presiden Emmanuel Macron, maka Perancis sebagai donatur utama persenjataan ke Ukraina, telah mempercepat laju industri pertahanannya. Dengan target untuk memasok persenjataan dalam jumlah besar ke Ukraina, ada kabar bahwa Perancis akan meningkatkan produksi self propelled howitzer CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie)155/52 mm 6×6, sampai enam kali lipat dari kapasitas produksi per bulan saat ini. (more…)

Pilah Pilih Meriam Utama KCR 60 TNI AL, Tetap di Kaliber 57mm atau Upgrade ke 76mm?

Bofors 57 MK3 (kiri) dan OTO Mlelara 76 (kanan)

Meriam kaliber 57 mm sejak dekade 80-an telah identik sebagai sistem senjata utama pada Kapal Cepat Rudal (KCR) TNI AL, yakni dimulai pada adopsi meriam Bofors 57 MK1 di KCR Mandau class buatan Korea Selatan, kemudian berlanjut pada generasi KCR dari FPB-57 series yang menggunakan Bofors 57 MK2, dan yang terbaru, instalasi Bofors 57 MK3 pada KCR 60M produksi PT PAL Indonesia. Bagi sebagian orang yang memperhatikan hal ini, tentu menjadi pertanyaan, mengapa meriam kaliber 57 mm mendominasi sebagai senjata pada haluan di sebagian besar KCR TNI AL? (more…)

Ketar-ketir Terimbas Perang, Belanda Pesan Sembilan Unit “DITA” untuk Ukraina

(Excalibur Army)

Lantaran ketar-ketir terkena imbas perang, maka Belanda yang ‘lemah’ pada aspek kekuatan darat, secara langsung berkepentingan untuk mendukung dan mempersenjatai militer Ukraina dengan alutsista canggih. Salah satu yang dilakukan Negeri Kincir Angin adalah dengan membeli self propelled howitzer produksi Republik Ceko, yakni DITA, yang nantinya akan dipasok untuk kebutuhan Ukraina. (more…)