Category: Berita Matra Udara

BAK-12 Arresting Cable Mobile: Kabel Penahan Laju Jet Tempur F-16 TNI AU

IMG_3614

Kabel penahan lajunya pesawat tempur, umumnya hanya terdapat di kapal induk untuk menahan lajunya pesawat yang baru mendarat agar segera tertahan, mengigat landasan pacu di kapal induk sengat terbatas panjangnya. Arresting cable seperti yang ada di kapal induk itu, sejak dekade 90-an telah pula dimiliki TNI AU, meski pun Indonesia tak punya kapal induk. (more…)

Hiller 360: Legenda Helikopter Perdana Sang Proklamator Republik Indonesia

soekarno02

Segala sesuatu yang menyangkut Proklamator/Presiden Pertama RI, Soekarno, memang menarik untuk dibahas, diantaranya termasuk perlengkapan pendukung aktivitas kepresidenan, yakni wahana helikopter. Meski pasca kemeredekaan di awal tahun 50-an belum dikenal istilah helikopter kepresidenan, tapi menarik dicermati bahwa Soekarno (Bung Karno) menjadi presiden pertama di dunia yang berani terbang dengan helikopter.
(more…)

Sikorsky S-58T Twin Pack: Kiprah Helikopter “Codot” TNI AU

5063_11402

Aslinya Skadron Udara 8 memang rumah bagi helikopter angkut berat, tapi pasca Mil Mi-6 di grounded pada akhir tahun 60-an. Skadron Udara 8 kini jadi home base bagi helikopter angkut serbaguna (utility helicopter) SA-330 Puma. Namun predikat satuan helikopter angkut berat mengalami perubahan, pasalnya SA-330 Puma produksi Aerospatiale masuk ke kelas helikopter angkut sedang. Nah, penghuni Skadron Udara 8 nyatanya tak hanya SA-330 Puma. (more…)

Minimi: Senapan Mesin Regu Dengan Kemampuan Dual Feed System

umv8wtuk

Punya produk handal dan tak pelit berbagi lisensi, menjadikan Fabrique Nationale (FN) Belgia sukses menghantarkan Minimi ke pasaran dunia. Bahkan, saking populernya, muncul istilah “Apapun senapan serbu nergaranya, senapan mesin regunya pasti Minimi.” Begitu juga dengan TNI yang menganut amunisi standar NATO kaliber 5,56 mm untuk lini senapan serbu. Seolah ingin mensinergikan standar amunisi senapan serbu dan senapan mesin regu, adopsi Minimi di lingkungan satuan infanteri TNI begitu luas, di setiap matra dipastikan ada populasi senjata ini. (more…)

Mampu Menahan Gelombang Laut 3 Meter, US-2 Kian Dilirik Indonesia

us-2_03l

Indonesia dan Jepang tengah mempersiapkan perjanjian di bidang pertahanan yang akan memfasilitasi perdagangan dan produksi alutsista dari kedua belah pihak. Yusron Ihza Mahendra, Dubes RI untuk Jepang, mengatakan nota kesepahaman (MoU) kerjasama pertahanan telah disepakati saat kunjungan presiden Indonesia Joko Widodo ke Tokyo, Jepang pada bulan Maret lalu.

(more…)

AS Tawari Indonesia Paket Rudal AIM-9X Sidewinder Senilai US$47 Juta

AIM9X_01

Jika tak ada aral melintang, nantinyaTNI AU akan memiliki 33 unit F-16 Fighting Falcon, terdiri dari varian generasi F-16 A/B yang sejak tahun 90-an memperkuat Skadron Udara 3 dan 24 unit F-16 C/D Block 25 yang di upgrade ke Block 52ID. Bertambahnya populasi Elang Penempur sudah pasti membutuhkan beberapa kesiapan, selain urusan logistik dan perawatan, yang juga penting adalah bekal persenjataan yang melengkapi armada multirole fighter tersebut. (more…)

Tupolev Tu-2 Bat: Pembom Propeller TNI AU Yang Terlupakan

2

Tupolev adalah legenda besar bagi TNI AU, namanya begitu masyur mewakili kehadiran pembom jet jarak jauh Tu-16 pada dekade 60 dan 70-an di Indonesia. Meski terkesan terlupakan, namun sejarah telah mencatat tak hanya Tu-16 yang dirilis Tupolev di Indonesia, justru jauh sebelum hadirnya Tu-16, TNI AU (d/h AURI) telah mengoperasikan pembom medium Tu-2, yang oleh NATO diberi kode Bat. (more…)