Category: Berita Matra Laut

M-30 Howitzer 122mm: Meriam Tarik Legendaris Korps Marinir TNI AL

576153_10200340336422737_586117179_n

Banyak hal yang membuat nama Korps Marinir TNI AL begitu lekat di hati masyarakat, selain sifat prajuritnya yang solid, Korps baret ungu ini juga identik dengan beragam alutsista eks era Uni Soviet. Sebut saja seperti tank PT-76, pansam BTR-50, dan KAPA K-61, usia ranpur tersebut sudah dipastikan jauh lebih tua dari anggota aktif Marinir yang paling senior sekalipun. Tapi hebatnya, ranpur-ranpur tadi dapat serviceable hingga saat ini dengan beragam program retrofit. (more…)

KRI Cucut 866: Bukan Kapal Patroli Biasa

Di sepanjang bulan Februari ini, tensi politik antara Indonesia dan Singapura cukup memanas, lantaran pemerintahan Negara Pulau itu protes atas penamaan salah satu korvet terbaru milik TNI AL, yakni KRI Usman Harun 359. Bahkan sampai ada usulan untuk melarang kapal tersebut melintasi perairan Singapura. Reaksi yang cukup keras ke pihak Singapura pun banyak dilontarkan pihak-pihak dari Dalam Negeri. (more…)

Rheinmetall Rh202 20mm: Kanon PSU Yang Ditakuti Perompak

Awak KRI Ki Hajar Dewantara sedang berlatih menembakkan Rheinmetall Rh202
Awak KRI Todak 631 sedang berlatih menembakkan Rheinmetall Rh202

Ragam dan tipe senjata untuk kapal perang di lingkungan TNI AL tentu berbeda, bicara seputar kanon misalnya, kalibernya jelas disesuaikan pada ukuran kapal dan peran dari kapal perang itu sendiri. Uniknya meski kaliber kanon di kapal perang TNI AL berlainan, tapi ada jenis kaliber yang menyatukan diantara beragam tipe kapal perang tersebut, yaitu pada platform kanon kaliber 20 mm. (more…)

Terma SCANTER 4100: Radar Intai Terbaru Untuk KRI Fatahillah 361

KRI_Fatahillah_(361)

Meski tergolong alutsista tua, tapi keberadaan frigat Fatahillah Class punya arti tersendiri bagi TNI AL. Selain dibekali persenjataan yang cukup padat dengan kaliber besar, seperti meriam Bofors 120 mm dan rudal anti kapal MM-38 Exocet, Fatahillah Class yang terdiri dari KRI Fatahillah 361, KRI Malahayati 362 dan KRI Nala 363, adalah produk gress yang dibeli baru. Setelah sekian lama sebelumnya lebih banyak membeli alutsista bekas. (more…)

NC-212 200 MPA TNI AL: Memantau Perairan Dengan Teknologi FLIR

1

Pertama kali melihat penampilan pesawat ini pada ajang Indo Defence 2010, jujur saja, rasanya kurang meyakinkan untuk mengemban fungsi intai maritim. Maklum, platform pengusungnya adalah pesawat angkut ringan NC-212 200 Aviocar yang desainnya begitu mini, dan identik dengan penerbangan perintis komersial di Tanah Air. Berbeda dengan penampakan pesawat intai maritim CN-235 MPA atau Boeing 737-200 Surveillance milik Skadron 5 TNI AU yang terkesan sangar. Tapi bila dicermati lebih detail, pesawat angkut ringan ini sudah dibekali sistem penjejak yang cukup canggih di kelasnya. (more…)

Mark 32: Peluncur Torpedo SUT Kapal Perang TNI AL

12_ffg38

“Peran Tempur… Peran Tempur.. Bahaya Kapal Selam…,” demikian pekik  speaker membahana di seluruh lorong KRI Karel Satsuit Tubun 356, tatkala pusat informasi tempur mengidentifikasikan ancaman dari kapal selam musuh. Dalam waktu singkat, personel telah bersiap di anjungan tempur masing-masing. Secara yang bakal dihadapi adalah kapal selam, maka yang jadi andalan untuk melibas kapal selam adalah torpedo, selain ada senjata bom laut dan roket anti kapal selam. Tapi kebetulan, sista anti kapal selam yang tersedia di frigat kelas Van Speijk ini hanyalah torpedo. (more…)

Kondor Class: Penyapu Ranjau TNI AL dari Era Perang Dingin

Kondor_klasse
Ketika masih menjadi kekuatan armada Volksmarine

Pada periode tahun 1992 – 1993, dunia alutsista di Indonesia terfokus pada momen pembelian armada kapal perang eks Jerman Timur. Pasalnya memang ada 39 kapal perang dari jenis korvet, LST (landing ship tank), dan penyapu ranjau yang diboyong dalam waktu berkdekatan. Meski pengadaannya penuh kontroversi dari segi biaya yang besar, tapi toh kehadiran 39 kapal perang ini memang memberi arti yang besar bagi kekuatan tempur armada TNI AL. (more…)

RM 70 Grad 122mm: Self Propelled MLRS Berdaya Hancur Tinggi

BHtJRmICQAAXu5z

Suatu hari ada seorang rekan yang bertanya, “sebenarnya apa senjata milik TNI yang punya daya hancur paling besar?” Sebuah pertanyaan yang jamak digunjingkan masyarakat, tapi harus diakui untuk jawabannya bisa beragam dan multi tafsir. Tapi bila predikat target diukur dari luasnya area yang berhasil dihancurkan, maka jawabannya mengerucut pada sista artileri. Dan lebih spesifik lagi mengarah pada sosok self propelled MLRS (multiple Launch Rocket System) yang mampu menggasak banyak sasaran dalam waktu singkat. (more…)

Oerlikon 20mm/70 MK4: Biar Lawas Tetap Jadi Andalan Satrol TNI AL

Setiap kapal perang keluaran terbaru umumnya sudah dibekali dengan update persenjataan yang juga terbilang anyar dipasaran. Ambil contoh korvet SIGMA TNI AL, hadir dengan sista rudal Exocet MM40, kanon super rapid OTO Melara, dan rudal Mistral Tetral. Tapi dalam pakem kebutuhan militer, apa saja bisa dikreasikan sesuai tuntutan operasi dan tentunya ketersediaan anggaran. Dalam tulisan kali ini, kami ingin sedikit mencermati armada Satrol (Satuan Patroli) TNI AL yang banyak menggunakan kapal buatan dalam negeri, terutama dari tipe PC (Patroli Cepat) 36 dan PC40. (more…)