Category: Berita Matra Laut

Mahasiswa STTAL Tampilkan Ranpur AMX-10 PAC 90 Sebagai Unmanned Tank

Foto: goodnewsfromindonesia.id

Mei 2017 lalu, tank amfibi AMX-10 PAC 90 dari Resimen Kavaleri-1 Korps Marinir sukses melaksanakan uji tembak berulang kali (sampai 70 peluru) dengan kinerja yang memuaskan, padahal sudah 15 tahun ranpur buatan GIAT Perancis ini tak digunakan untuk uji tembak. Pun uji tembak untuk senapan mesin coaxial AAT-F1 di AMX-10 PAC 90 berhasil dengan sangat baik, 5 ribu butir munisi dapat dilepaskan tanpa masalah. Dan masih tentang AMX-10 PAC 90, kini ada kabar baik yang datang dari Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL). (more…)

Sebelum ‘Melaut,’ Ranpur Amfibi Korps Marinir Lakukan Uji Kedap dan Uji Arung di Kolam Rampa

Meski terlahir sebagai ranpur amfibi, namun tak serta merta tank atau pansam (panser amfibi) Marinir dapat langsung digeber untuk mengarung di birunya lautan. Untuk menjamin keselamatan awak dan kelancaran operasi amfibi, secara berkala ranpur amfibi harus melaksanakan uji kedap dan uji arung, persisnya dua ujian ini tidak dilakukan di laut, melainkan di fasilitas kolam rampa. (more…)

Begini Cara Frankenthal Class Melakukan Identifikasi dan Eliminasi Pada Ranjau Laut

Meski tengah menunggu kontrak pengadaan, dua unit kapal penyapu ranjau Frankenthal Class buatan Lurssen Defence telah dipinang TNI AL untuk memperkuat armada Satran (Satuan Kapal Ranjau). Nilai pengadaan untuk kedua kapal penyapu ranjau tersebut pun telah dipatok senilai US$204 juta. Meski belum diketahui kapan persisnya realisasi Frankenthal Class, namun menarik dicermati adalah bagaimana cara kapal ini menetralisir ancaman ranjau di lautan. (more…)

Beginilah Penampakan Kabin CN-235 220 MPA Terbaru Puspenerbal TNI AL

Penyerahan pesawat intai CN-235 220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) produksi PT Dirgantara Indonesia kepada Kementerian Pertahanan untuk Puspenerbal TNI AL pada 9 Januari 2018 mengundang perhatian para pemerhati alutsista. Lantaran pesawat yang diberi kode AX-2345 atau setelah diserahkan menjadi P-8304 tampil ‘beda’ dari CN-235 MPA Puspenerbal sebelumnya, diantaranya pada penempatan dan jenis konsol FLIR (Forward Looking Infrared). (more…)

FLIR Star SAFIRE 380HD: Penjejak Berbasis Thermal Terbaru di CN-235 220 MPA Puspenerbal TNI AL

Skadron Udara 800 Puspenerbal TNI AL belum lama berselang telah menerima pesanan keempat pesawat intai maritim CN-235 220 MPA dari PT Dirgantara Indonesia. Persisnya pada Selasa, 9 Januari 2018, satu unit CN-235 220 diterima oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang didampingi KSAL Laksamana TNI Ade Supandi. Dibanding ketiga pesawat terdahulu, ternyata ada yang berbeda pada unit keempat ini, dimana ada perubahan posisi penempatan sensor FLIR (Forward Looking Infrared). (more…)

Masih Belum Lengkap Dipersenjatai, KRI I Gusti Ngurah Rai 332 Resmi Dikukuhkan

Setelah diluncurkan tahun lalu dan melewati serangkaian uji coba (sea trial), Perusak Kawal Rudal (PKR) Martadinata Class kedua, yakni KRI I Gusti Ngurah Rai 332, Rabu (10/1/2018) resmi dikukuhkan sebagai bagian dari Sistem Senjata Armada Terpadu TNI AL. Seolah ingin menyelaraskan asal daerah pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai, maka kapal perang yang punya kode GNR ini diresmikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Dermaga 2 Pelabuhan Benoa, Pedungan, Denpasar Selatan, Bali. (more…)

AAT-F1 Korps Marinir: Senapan Mesin Handal, Sukses Lepaskan 5 Ribu Butir Munisi Tanpa Masalah

Anda para pemerhati alutsista yang budiman tentu masih ingat di Mei 2017 lalu Resimen Kavaleri-1 Korps Marinir sukses melaksanakan uji tembak meriam GIAT CS-90F-90 mm high velocity dari tank amfibi AMX-10 PAC 90. Tak kurang 70 munisi ditembakkan dengan lancar, padahal tank amfibi ini sudah 15 tahun tak menjalankan uji tembak. Menyiratkan ranpur produksi GIAT, Perancis ini ternyata lumayan mumpuni, khususnya dalam aspek fire power.  (more…)

GAZ-63 4×4: Jejak Truk Tangguh Korps Marinir dari Era 60-an

Nama GAZ (Gorkovsky Avtomobilny Zavod) saat ini mungkin terasa asing di republik ini, tapi manukfatur otomotif asal Rusia yang namanya masih eksis ini pernah menorehkan legenda keperkasaan rantis (kendaraan taktis) 4×4 di era Perang Dingin. Dari beragam produk GAZ, seri GAZ-69 dan GAZ-63 punya kesan tersendiri di Indonesia. Meski sudah uzur, kedua kendaraan tersebut masih ada yang laik jalan di tangan kolektor kendaraan antik.

(more…)