Bukan Virginia Class, USS Charlotte Terungkap Sebagai Penenggelam Korvet Iran IRIS Dena

Spekulasi mengenai aktor di balik tenggelamnya korvet tercanggih Iran, IRIS Dena (75), akhirnya menemui titik terang. Melansir laporan mendalam dari beberapa media internasional, sebuah fakta mengejutkan terungkap, pelaku serangan mematikan tersebut bukanlah kapal selam Virginia class sebagaimana yang santer dikabarkan sebelumnya, melainkan kapal selam serang nuklir (SSN) Los Angeles class, USS Charlotte (SSN-766).
Informasi ini terungkap setelah serangkaian analisis data akustik bawah air dan bocoran dokumen operasional yang mengonfirmasi posisi USS Charlotte saat insiden terjadi. Keberhasilan USS Charlotte dalam menetralisir IRIS Dena menunjukkan bahwa meskipun merupakan desain era Perang Dingin, Los Angeles class tetap menjadi predator bawah laut yang tak tertandingi dalam hal kemampuan siluman dan daya hancur.
Proses penenggelaman IRIS Dena digambarkan sebagai operasi yang sangat presisi dan dingin. Berdasarkan detail yang dirilis, USS Charlotte telah membayangi pergerakan gugus tugas Iran tanpa terdeteksi oleh radar maupun sonar korvet tersebut. Saat perintah penindakan dikeluarkan, USS Charlotte melepaskan dua unit torpedo kelas berat MK48 ADCAP (Advanced Capability).
Torpedo pertama menghantam bagian tengah lambung IRIS Dena, menghancurkan struktur utama dan memutus sistem kelistrikan kapal dalam sekejap. Hanya berselang hitungan detik, torpedo kedua menghantam area buritan di dekat gudang amunisi, memicu ledakan sekunder yang masif.
CBS News reports the USS Charlotte, a Los Angeles class submarine, fired 2 Mk 48 torpedoes at the Iranian warship IRIS Dena off Sri Lanka.
The IRIS is now at the bottom of the ocean. pic.twitter.com/opJc458T0y
— Open Source Intel (@Osint613) March 5, 2026
Pukulan ganda tersebut membuat IRIS Dena terbelah menjadi dua dan tenggelam ke dasar Samudra Hindia hanya dalam waktu kurang dari lima menit. Kecepatan serangan ini menjelaskan mengapa kru IRIS Dena hampir tidak memiliki waktu untuk mengeluarkan sinyal darurat (Mayday) atau melakukan prosedur penyelamatan diri secara maksimal.
USS Charlotte (SSN-76) adalah bagian dari generasi Improved Los Angeles class (688i). Kapal selam ini dirancang khusus untuk misi anti-submarine warfare (ASW) dan anti-surface warfare (ASuW). Dengan bobot sekitar 7.000 ton saat menyelam dan panjang 110 meter, kapal ini ditenagai oleh reaktor nuklir S6G yang memungkinkannya melaju dengan kecepatan lebih dari 25 knot tanpa perlu muncul ke permukaan selama berbulan-bulan.

Salah satu keunggulan utama Los Angeles class adalah tingkat kebisingannya yang sangat rendah, menjadikannya hampir mustahil dideteksi oleh kapal permukaan kelas korvet seperti IRIS Dena. Berikut adalah bekal persenjataan mematikan yang dibawa oleh Los Angeles class:
Torpedo MK48 ADCAP: Senjata utama yang digunakan untuk menenggelamkan IRIS Dena. Torpedo ini memiliki jangkauan hingga 50 km dan membawa hulu ledak seberat 290 kg yang dirancang untuk meledak di bawah lambung kapal guna mematahkan “punggung” kapal lawan.
Rudal Tomahawk (VLS): Dilengkapi dengan tabung peluncur vertikal (Vertical Launch System) untuk menyerang target darat dari jarak ribuan kilometer.
Rudal Harpoon: Untuk menghancurkan kapal permukaan dari jarak jauh melampaui cakrawala.
Lockheed Martin Umumkan Pengiriman Ke-250 G&C Section “Otak” Torpedo Berat MK48
USS Charlotte dibangun oleh Newport News Shipbuilding and Drydock Company di Virginia, sebuah galangan yang dikenal sebagai produsen utama kapal-kapal bertenaga nuklir bagi Angkatan Laut AS. Peletakan lunasnya dimulai pada 17 Agustus 1990, dan kapal ini resmi diluncurkan pada 3 Oktober 1992. Setelah melalui berbagai serangkaian uji coba laut yang ketat, USS Charlotte secara resmi masuk ke dalam jajaran layanan aktif (commissioning) pada 16 September 1994.

Terungkapnya keterlibatan USS Charlotte memberikan pesan kuat mengenai dominasi bawah laut Amerika Serikat. Meskipun fokus dunia sering tertuju pada kapal selam generasi terbaru, insiden ini membuktikan bahwa Los Angeles class yang telah teruji waktu masih memiliki “taring” yang mampu merobek pertahanan kapal perang modern yang paling dibanggakan sekalipun. (Bayu Pamungkas)



Secara legal memang AS dibenarkan menembak kapal musuh karena status dalam perang,secara ksatria tidak ada sama sekali karena kapal iran sedang dalam perjalanan pulang dan tidak membahayakan posisi musuh
amerika kuy, desain boleh lama tapi kecanggihan nya gaboleh di anggap remeh. contoh nyata : destroyer arleigh burke itu teknologi perang dingin yang desain nya masih di adptasi dan diproduksi sampai sekarang.
coba liat baik baik adopsi tiang untuk radar arleigh burke itu type konvensional terbuka (udah kaya desain kapal latih / kapal layar) beda banget sama desain fregat atau destroyer era modern milik negara lain yang pakai tiang kubah tertutup yang kelihatan modern powerfull?
kenapa as yang punya budget militer terbesar di dunia masih mempertahankah desain konvensional coba bahas min khususnya arleigh burke destroyer class ?
Jika beli Taigei Class, kenapa masih harus beli U212 Italia? Jika berkaitan dengan Hibah Garibaldi seharusnya ambil aja U216 atau U218 dari TKMS sekalian. Hanya saja jika untuk melibatkan penggunaan baterai Ion-Lithium dari Jepang hasil pembangunan perusahaan baterai Ion-Lithium Jepang di Indonesia, akan lebih baik jika pesan Taigei atau Soryu Class hingga 8 unit. Kalo keempat kapal selam sebelumnya dihitung berarti hanya butuh 4 soryu/Taigei Class.
Midget hanya untuk tambahan saja, bukan kekuatan utama. Kecuali mau bangun 80-160 unit nah itu lain cerita.
Program pengadaan kapal selam kelihatannya tidak hanya berhenti di pemenuhan target 12 unit kapal selam. Mengingat kapal selam dari Korsel tidak bisa diandalkan dan u-209 sudah sangat tua. Jadi mereka tidak masuk hitungan.
Ingat juga dulu kita pernah mengakuisi 14 unit whiskey class di mana 12 whiskey class aktif dan 2 untuk cadangan. Jadi saya berimajinasi kita sebenarnya kepingin mengakuisi 14 kapal selam tambahan. Bisa jadi ini terdiri dari :
2 scorpene evolved yang sudah dikontrak
2 scorpene evolved tambahan
2 u-212 nfs ex italy
2 taigei class ex Jepang’
6 midget dgk class buatan drass.
2+2+2+2+6 = 14
Selain itu 30 ksot masih diperlukan untuk melindungi garis pantai kita yang sangat panjang.
Jadi bagaimana dengan 3 unit dari korsel yang sudah ada ? Mungkin akan dijadikan kapal selam latih.
Itu imajinasi saya. Berimajinasi boleh kan ?