Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Bukan Virginia Class, USS Charlotte Terungkap Sebagai Penenggelam Korvet Iran IRIS Dena

Spekulasi mengenai aktor di balik tenggelamnya korvet tercanggih Iran, IRIS Dena (75), akhirnya menemui titik terang. Melansir laporan mendalam dari beberapa media internasional, sebuah fakta mengejutkan terungkap, pelaku serangan mematikan tersebut bukanlah kapal selam Virginia class sebagaimana yang santer dikabarkan sebelumnya, melainkan kapal selam serang nuklir (SSN) Los Angeles class, USS Charlotte (SSN-766).

Baca juga: Pernah Sandar di Jakarta, Korvet Iran IRIS Dena Tenggelam Diserang Torpedo di Lepas Pantai Sri Lanka

Informasi ini terungkap setelah serangkaian analisis data akustik bawah air dan bocoran dokumen operasional yang mengonfirmasi posisi USS Charlotte saat insiden terjadi. Keberhasilan USS Charlotte dalam menetralisir IRIS Dena menunjukkan bahwa meskipun merupakan desain era Perang Dingin, Los Angeles class tetap menjadi predator bawah laut yang tak tertandingi dalam hal kemampuan siluman dan daya hancur.

Proses penenggelaman IRIS Dena digambarkan sebagai operasi yang sangat presisi dan dingin. Berdasarkan detail yang dirilis, USS Charlotte telah membayangi pergerakan gugus tugas Iran tanpa terdeteksi oleh radar maupun sonar korvet tersebut. Saat perintah penindakan dikeluarkan, USS Charlotte melepaskan dua unit torpedo kelas berat MK48 ADCAP (Advanced Capability).

Torpedo pertama menghantam bagian tengah lambung IRIS Dena, menghancurkan struktur utama dan memutus sistem kelistrikan kapal dalam sekejap. Hanya berselang hitungan detik, torpedo kedua menghantam area buritan di dekat gudang amunisi, memicu ledakan sekunder yang masif.

Pukulan ganda tersebut membuat IRIS Dena terbelah menjadi dua dan tenggelam ke dasar Samudra Hindia hanya dalam waktu kurang dari lima menit. Kecepatan serangan ini menjelaskan mengapa kru IRIS Dena hampir tidak memiliki waktu untuk mengeluarkan sinyal darurat (Mayday) atau melakukan prosedur penyelamatan diri secara maksimal.

USS Charlotte (SSN-76) adalah bagian dari generasi Improved Los Angeles class (688i). Kapal selam ini dirancang khusus untuk misi anti-submarine warfare (ASW) dan anti-surface warfare (ASuW). Dengan bobot sekitar 7.000 ton saat menyelam dan panjang 110 meter, kapal ini ditenagai oleh reaktor nuklir S6G yang memungkinkannya melaju dengan kecepatan lebih dari 25 knot tanpa perlu muncul ke permukaan selama berbulan-bulan.

Salah satu keunggulan utama Los Angeles class adalah tingkat kebisingannya yang sangat rendah, menjadikannya hampir mustahil dideteksi oleh kapal permukaan kelas korvet seperti IRIS Dena. Berikut adalah bekal persenjataan mematikan yang dibawa oleh Los Angeles class:

Torpedo MK48 ADCAP: Senjata utama yang digunakan untuk menenggelamkan IRIS Dena. Torpedo ini memiliki jangkauan hingga 50 km dan membawa hulu ledak seberat 290 kg yang dirancang untuk meledak di bawah lambung kapal guna mematahkan “punggung” kapal lawan.

Rudal Tomahawk (VLS): Dilengkapi dengan tabung peluncur vertikal (Vertical Launch System) untuk menyerang target darat dari jarak ribuan kilometer.

Rudal Harpoon: Untuk menghancurkan kapal permukaan dari jarak jauh melampaui cakrawala.

Lockheed Martin Umumkan Pengiriman Ke-250 G&C Section “Otak” Torpedo Berat MK48

USS Charlotte dibangun oleh Newport News Shipbuilding and Drydock Company di Virginia, sebuah galangan yang dikenal sebagai produsen utama kapal-kapal bertenaga nuklir bagi Angkatan Laut AS. Peletakan lunasnya dimulai pada 17 Agustus 1990, dan kapal ini resmi diluncurkan pada 3 Oktober 1992. Setelah melalui berbagai serangkaian uji coba laut yang ketat, USS Charlotte secara resmi masuk ke dalam jajaran layanan aktif (commissioning) pada 16 September 1994.

Terungkapnya keterlibatan USS Charlotte memberikan pesan kuat mengenai dominasi bawah laut Amerika Serikat. Meskipun fokus dunia sering tertuju pada kapal selam generasi terbaru, insiden ini membuktikan bahwa Los Angeles class yang telah teruji waktu masih memiliki “taring” yang mampu merobek pertahanan kapal perang modern yang paling dibanggakan sekalipun. (Bayu Pamungkas)

Kabar Baik Bagi Negara Pemburu Kapal Perang Bekas, Angkatan Laut AS Pensiunkan 19 Kapal di Tahun 2025, Ada Ticonderoga sampai Los Angeles Class

 

4 Comments