Shahed Drone SeriesKlik di Atas

Bukan Sekadar Drone, Ini Kecanggihan Rudal Delilah di Jet F-16I Sufa yang Gempur Target Strategis Iran

Berita mengenai penggunaan rudal Delilah oleh jet tempur F-16I Sufa Angkatan Udara Israel kembali mencuat, terutama dalam konteks serangan presisi yang ditujukan langsung ke basis-basis pertahanan dan infrastruktur militer Iran. Dalam dinamika konflik saat ini, Delilah menjadi instrumen kunci bagi Tel Aviv untuk melakukan penetrasi mendalam tanpa harus mengekspos aset udaranya ke dalam jangkauan radar lawan.

Baca juga: F-16I Sufa – Algojo Serangan Udara Israel ke Iran, Jadi Bukti Kemampuan Jet Tempur dengan Conformal Fuel Tanks (CFT)

Rudal yang diproduksi oleh Elbit Systems (sebelumnya dikembangkan oleh Israel Military Industries/IMI) ini bukan sekadar proyektil statis, melainkan platform tempur cerdas yang dirancang untuk beradaptasi dengan situasi di medan perang secara real-time.

Secara spesifikasi, Delilah merupakan rudal jelajah stand-off dengan dimensi yang relatif ringkas, namun memiliki performa yang impresif. Rudal ini ditenagai oleh mesin turbojet BS-175, yang memungkinkannya terbang dengan kecepatan jelajah antara Mach 0,5 hingga 0,7.

Meskipun kecepatan jelajahnya subsonik, Delilah memiliki kemampuan untuk melakukan manuver menukik tajam (dive) dengan kecepatan hingga Mach 0,85 saat mendekati fase akhir serangan. Jangkauan operasionalnya mencapai 250 kilometer, sebuah jarak yang sangat ideal untuk meluncurkan serangan dari luar zona pertahanan udara (SAM) musuh.

Kecanggihan utama Delilah terletak pada sistem pemandunya yang sangat komprehensif. Untuk navigasi tahap menengah, rudal ini mengandalkan kombinasi GPS dan Inertial Navigation System (INS) yang membuatnya mampu terbang secara otonom melewati titik-titik koordinat yang telah ditentukan. Namun, saat memasuki fase terminal atau mendekati target, Delilah mengaktifkan sensor CCD (elektro-optik) untuk siang hari atau Imaging Infrared (IIR) untuk operasi malam hari.

Keunggulan yang paling membedakan Delilah dari rudal jelajah lainnya adalah fitur Man-in-the-Loop; melalui data link dua arah, operator di pesawat peluncur dapat melihat visual target secara langsung dan memberikan persetujuan akhir atau bahkan mengubah titik benturan dengan akurasi hingga 1 meter (CEP).

Delilah: Rudal Jelajah Jarak Jauh untuk F-5E Tiger III Maroko

Dari sisi daya hancur, Delilah membawa hulu ledak jenis High-Explosive (HE) dengan berat berkisar antara 30 hingga 54 kilogram. Meskipun berat hulu ledaknya tergolong kecil dibandingkan rudal jelajah raksasa seperti Tomahawk, efektivitas Delilah tidak terletak pada besarnya ledakan, melainkan pada presisi bedahnya (surgical strike). Hal ini meminimalkan kerusakan kolateral sambil memastikan target bernilai tinggi—seperti radar pertahanan udara, sistem komunikasi, atau bunker strategis—lumpuh total. Berat total rudal saat peluncuran adalah sekitar 187 kilogram, menjadikannya cukup ringan untuk dibawa dalam jumlah banyak.

Terkait kapasitas angkut pada jet tempur F-16I Sufa, pesawat ini mampu membawa hingga dua unit rudal Delilah (masing-masing satu di setiap sayap) dalam konfigurasi tempur standar yang tetap menyertakan tangki bahan bakar eksternal (drop tank) untuk jarak jangkau maksimal. Namun, dalam konfigurasi khusus untuk misi penetrasi, jet ini secara teknis dapat mengusung hingga empat unit.

Kemampuan Delilah untuk “berkeliaran” (loitering) di atas area sasaran menjadikannya lebih unggul daripada drone kamikaze biasa karena profil terbangnya yang jauh lebih cepat dan sulit dicegat oleh pertahanan udara konvensional, menjadikannya senjata pilihan utama dalam menetralisir ancaman dari Iran di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat. (Bayu Pamungkas)

Pertama Kali, Israel Perlihatkan Jet Tempur F-16I Sufa Gotong Empat Rudal Rampage