BTR-152 6×6, Jadi Koleksi Museum di Indonesia, di Vietnam Justru Masih Strong

Lantaran usianya yang telah uzur, maka ranpur (kendaraan tempur) roda ban BTR-152 6×6 tinggal bagian dari sejarah. Seperti Indonesia yang pernah mengoperasikan BTR-152 di dekade 60/70-an, memensiunkan ranpur ini sejak lama, dan beberapa kini menjadi koleksi museum. Namun, lain halnya dengan Vietnam, negara yang dikenal dominan menggunakan alutsista dari Soviet/Rusia, masih awet mengoperasikan BTR (Bronetransporter)-152.

Baca juga: BTR-152 6×6 – Didatangkan Untuk Operasi Trikora, Punya Nasib Seumur Jagung

Ada yang unik dari Kontingen Pasukan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dari Vietnam yang diterjunkan ke Sudan dalam misi United Nations Mission in the Sudan (UNMIS), di mana pasukan Vietnam mengerahkan ranpur BTR-152 yang telah dimodifikasi. Persisnya Pasukan PBB asal Vietnam mengerahkan BTR-152 versi APC (armoured personnel carrier) dan BTR-152 versi ambulans.

BTR-152 versi APC selain dipersiapkan untuk mengangkut pasukan, juga dilengkapi kubah untuk pengoperasioan senapan mesin secara manual. Sementara BTR-152 versi ambulans dipersiapkan dengan perlengkapan medis dan dapat dimuati tandu untuk evakusi korban (medevac). Dibekali perangkat komunikasi, BTR-152 Vietnam juga dilengkapi dengan air conditioner untuk kenyamanan awak dan pasukan.

Terkait dalam misi UNMIS, Kementerian Pertahanan Vietnam telah menugaskan Departemen Teknis Umum untuk membangun kembali (rebuild) BTR-152 6×6 APC menjadi medevac beroda. Kompartemen pasukan kendaraan telah dibangun ulang dengan dilengkapi lima kursi anti-ledakan, rak untuk dua pasang tandu, dan liner anti-panas.

Ambulans berbasis BTR-152 telah menerima unit pendingin udara yang ditingkatkan, defibrillator, sistem pemantauan kesehatan, dan peralatan medis lainnya. Pengemudi BTR-152 juga telah dibekali perangkat thermal imager yang memudahkan berkendara di medan berpasir.

Awak dan orang-orang yang menderita dilindungi oleh pelindung balistik organik dan jendela antipeluru. Output daya mesin kendaraan telah ditingkatkan menjadi 130 hp. Menurut militer Vietnam, proses pembangunan kembali memakan waktu tidak lebih dari 30 hari.

Nah, untuk urusan dapur pacu, BTR-152 telah dimodernisasi dengan pemasangan mesin diesel Hyundai D4DB dan setir dari perusahaan Korea Selatan yang sama. Aslinya, BTR-152 menggunakan mesin bensin yang boros, ZIS-123 enam silinder dengan pendingin air.

Vietnam tidak memiliki industri otomotif yang mampu merancang dan membuat kendaraan lapis baja ringan dan berat. Mempertimbangkan fakta tersebut, maka modernisasi platform warisan era Soviet adalah satu-satunya cara yang tepat untuk menopang potensi tempur pasukan mekanik Vietnam.

Merujuk ke sejarahnya, BTR-152 (juga dikenal sebagai BTR-140) mulai dirancang setelah berakhirnya Perang Dunia II, sang perancang adalah B. M. Fitterman. Platform sasis yang dipakai mencomot truk ZIL-157 6×6. Produksi BTR-152 dilakukan Uni Soviet berdasarkan APC half track SdKfz 251milik Nazi Jerman dan M-3 buatan Amerika pada Perang Dunia II, yang kedua-keduanya pada bagian belakang menggunakan roda berantai seperti tank. Yang membedakan, BTR-152 didesain sesuai kebutuhan medan Uni Soviet dan juga dapat digunakan untuk medan tropis, sehingga bagian belakang menggunakan ban karet.

BTR-152 mulai diproduksi pada tahun 1950 oleh Automotive Factory No. 2 Zavod imeni Stalina sampai 1956, kemudian dilanjutkan Automotive Factory No. 2 Zavod imeni Likhacheva sampai tahun 1962. Total unit yang diproduksi pada rentang 1950 – 1959 terbilang spektakuler, 15.000 unit.

BTR-152 diciptakan dalam banyak varian. Yang paling populer adalah varian standar (awal) BTR-152A yang merupakan APC (Armored Personnel Carrier) sejati. Di varian standar ini BTR-152 belum dilengkapi winch, tanpa atap (open top) – bisa ditutup memakai atap kanvas, dan ban belum dilengkapi pressure control lines. Varian standar ini kemudian banyak dikonversi sebagai kendaraan ambulans, radio station, dan engineer vehicles.

Baca juga: SBA-60K2 Bulat 6×6 – Rantis Lapis Baja dengan Desain Retro BTR-152

Di Indonesia, BTR-152 6×6 dapat dilihat sebagai koleksi di Museum Pusat TNI Satria Mandala di Jakarta, dan Museum Angkut di Malang, Jawa Timur. (Gilang Perdana)

2 Comments