Seputar DSEI 2019Klik di Atas

BT-3F APC: Dibangun dari Sasis BMP-3F, Siap Gantikan Pansam BTR-50P Marinir TNI AL

BT3F2

Setiap matra pada hakekatnya ingin memiliki ranpur yang handal dan mudah dalam perawatan. Kesamaan platform bisa menjadi kata kuncinya, selain perawatan yang relatif lebih mudah, urusan suku cadang juga bisa saling mendukung. Seperti Korps Marinir nampak puas dengan kinerja tank IFV (Infantry Fighting Vehicle), maka berikutnya Marinir juga melirik 2S31Vena Self Propelled Mortar yang juga menggunakan sasis BMP-3. Tidak berhenti disitu, ada kabar berhembus bahwa korps Baret Ungu tertarik dengan BT-3F, yang tak lain versi APC (Armoured Personnel Carrier) dengan sasis BMP-3.

Baca juga: 2S31 Vena Self Propelled Mortar – Mulai Dilirik Untuk Perkuat Artileri Marinir TNI AL

Dibawah label “BMP-3” yang battle proven seolah menjadi citra yang kuat bagi pengembangan ranpur turunannya, contohnya seperti BMP-3F yang 54 unit kini telah melengkapi Kavaleri Marinir TNI AL. Namun lain hal dengan BT-3F, yang disebut terakhir ini adalah rancangan baru, bahkan belum masuk operasional AL Rusia. KTZ (Traktornie Zavody), selaku manufakturnya pun baru dalam tahap menawarkan BT-3F untuk militer Rusia. Debut BT-3F sendiri masih terus disempurnakan guna siap dipamerkan dalam ajang Army 2016 bulan September 2016 di luar kota Moskow.

Baca juga: 9M117M1 Arkan – Rudal Anti Tank Andalan Tank BMP-3F Marinir TNI AL

1682241_-_main

Baca juga: BREM-L Armoured Recovery Vehicle – Wahana Reparasi Ranpur BMP-3F Marinir TNI AL

Bagi pasar Rusia, BT-3F digadang sebagai pengganti BTR-80 APC yang usianya telah menua. Sementara untuk pasar Indonesia, memang terbuka kesempatan besar bagi masuknya BT-3F untuk menggantikan pansam (panser amfibi) BTR-50P yang sudah sangat tua, walaupun sejumlah BTR-50P sudah menjalankan upaya repowering dan upgrade di pertengahan 1990-an.

Baca juga: PT-76 dan BTR-50 – Duet Maut Ranpur Amfibi di Timor Timur

3431783_originalRussia-has-declassified-appearance-of-the-new-armored-personnel-carrier-for-the-marine-corps

Baca juga: TSH-4M – Helm Awak Tank Marinir TNI AL, Desain Tempur Legendaris Bercita Rasa Uni Soviet

Mengenai ketertarikan Marinir TNI AL pada BT-3F asalnya dari pernyataan Alexey Losev, Deputi Direktur perusahaan KTZ (Traktornie Zavody) yang dikutip Moscow Defense Brief. Namun sejauh ini belum ada komentar dari pihak Marinir terkait BT-3F. Lepas dari benar atau tidaknya pernyataan Alexey Losev, harus diakui BT-3F adalah ranpur amfibi yang menarik.

Dari segi rancangan, jelas ada kesamaan antara BMP-3F dan BT-3F, hanya saja pada BT-3F posisi kubah kanon diganti sebagai kompartemen bagi 14 pasukan. Sementara konfigurasi driver tak ubahnya pada BMP-3F, begitu juga dengan lokasi mesin dibelakang. Bahkan pintu keluar masuk pasukan juga dibuat mirip dengan BMP-3F yang ada di bagian belakang. Sebagai ranpur APC, BT-3F mengusung standar perlindungan level 4 STANAG 4569, ini artinya lapisan baja pada sekujur bodi BT-3F sanggup menahan terjangan proyektil kaliber 12,7 mm dan 14,5 mm dari jarak 200 meter.

Pasukan Marinir keluar dari pintu BMP-3F.
Pasukan Marinir keluar dari pintu BMP-3F.

Baca juga: Adopsi RCWS 7,62 mm di Pansam BTR-50 Marinir TNI AL

Sebagai elemen persenjataan, KTZ menawarkan kustomisasi, namun seperti terlihat dalam prototipe, BT-3F dipasangkan RCWS (Remote Control Weapon System) DPV-T dengan senapan mesin PKTM Kalashnikov kaliber 7,62 x 54 mm. Dalam paket, BT-3F bisa juga dipasangkan senjata seperti senapan mesin berat 6P49 Kord 12,7 mm, KPVT 14,5 mm, dan pelontar granat otomatis AGL-40.

Soal dapur pacu, BT-3F ditenagai mesin diesel yang serupa dipakai BMP-3F, yaitu UTD-29M berdaya 500hp. Jarak jangkau BT-3F masih sama dengan BMP-3F, kurang lebih 600 kilometer. Laju kecepatan BT-3F dijalan mulus mencapai 70 km per jam, dan kemampuan berenangnya masih standar di 10 km per jam. Dengan bobot 18,5 ton, BT-F punya panjang 7 meter, lebar 3,3 meter dan tinggi 3 meter. (Gilang Perdana)

17 Comments