BM-21 MT 4×4: Versi “Mini” MLRS RM70 Vampire Korps Marinir

Alutsista jenis MLRS (Multiple Launch Rocket System) dengan basis roket kaliber 122 mm sudah tak asing lagi dalam arsenal persenjataan TNI. Di segmen ini, Batalyon Roket Resimen Artileri Korps Marinir adalah pengguna utama. Tak hanya satu jenis, Korps Marinir bahkan mempunyai self propelled MLRS 122 mm dari jenis RM70 Grad, RM70 Vampire dan Norinco Type 90B. RM70 Grad dan Vampire mengusung platform heavy truck Tatra 8×8, sementara Norinco Type 90B terpasang pada truk North-Benz 2629 6×6.

Baca juga: Lihat Dari Dekat Aligator CPV, Sang Pengendali Tembakkan RM70 Vampire Korps Marinir

Dari ketiga jenis self propelled MLRS milik Korps Marinir, jenis yang paling maju adalah RM70 Vampire, buatan Excalibur Army, Republik Ceko. Dengan dukungan sistem kendali penembakkan berbasis komputer, mulai dari pengiriman data, perhitungan sasaran, koreksi tembakkan, semua dapat dilakukan lebih optimal dengan komputer yang kendalinya berada di ruang kemudi. RM70 Vampire mengusung platform truk Tatra T815-7 berpenggerak 8×8.

Pihak Excalibur Army menyebut merilis perdana RM70 Vampire pada 2015 silam, dan setelah tiga tahun berselang, Excalibur Army di ajang Eurosatory 2018 merilis prototipe MLRS Swa Gerak generasi terbaru. Masih menggunakan platform truk Tatra dan roket kaliber 122 mm, kali ini yang diunggulkan Excalibur Army adalah self propelled MLRS dengan platform truk 4×4. Truk yang digunakan adalah Tatra T815-7T3R2T 4×4 four stroke supercharged V-8 dengan tenaga 270 kW, dan produknya sendiri diberi label sebagai BM-21 MT.

Dengan platform truk 4×4 yang lebih kecil dari konfigurasi truk 8×8, maka BM-21 MT tampil lebih simpel dari RM70 Vampire. Meski tampilan truk serupa, namun BM-21 MT tidak dilengkapi sistem ‘magasin’ untuk proses reload. Model magasin memang menjadi ciri yang ada di RM70 Grad/Vampire dan Norinco Type 90B. Dengan sistem tersebut proses loading 40 roket ke dalam laras hanya butuh waktu 30 – 35 detik. Tanpa adanya sistem magasin, maka BT-21 MT mengusung reload munisi secara manual.

Meski tampil lebih sederhana dari RM70 Vampire, namun BM-21 MT punya fire power yang serupa dengan ketiga seniornya. BM-21 MT dilengkapi empat puluh laras roket kaliber 122 mm. Proses penembakkan dapat dilakukan satu per satu atau langsung 40 roket secara kontinyu. Bila ditembakkan secara kontinyu, empat puluh roket akan diumbar habis dalam waktu 20 detik.

Soal daya rusak, roket 122 mm dengan kecepatan jelajah 2.516 kilometer per jam, maka jarak jangkau roket bisa mencapai 20,75 km. Saat terdetonasi, hulu ledak bisa menghamburkan 3.150 serpihan kecil baja yang terserak hingga radius 28 meter. Jika diopersikan secara tepat, dipastikan area seluas 3 hektar akan luluh lantak akibat ulah roket multi laras ini. Satu pucuk BM-21 MT dioperasikan oleh tiga awak, terdiri dari pengemudi dan dua awak artileri. Seperti halnya RM70 Vampire, kendali tembakan dan koreksi BM-21 MT dilakukan dengan komputer. Selain penembakkan dilakukan dari kabin, mode penembakkan juga dapat dilakukan secara remote dari lokasi yang lebih terlindung.

Baca juga: RM70 Grad Korps Marinir Kini Jadi Senjata Penggebuk dari Tengah Laut

Panjang roket BM-21 MT hampir sama dengan panjang tabung peluncur. Agar gerakan stabil, setiap roket punya empat sirip ekor. Paduan sirip dan gerak putar pelan membuat tingkat akurasi pada target cukup tinggi.

Tentang Excalibur Army, selain sukses menghadirkan MLRS untuk Korps Marinir, manufaktur ini juga diketahui sebagai pembuat panser Pandur II 8×8, jenis panser tempur berkemampuan amfibi yang pernah unjuk kebolehan dalam defile HUT TNI Ke-72 di Cilegon, Banten. (Gilang Perdana)

5 Comments