Berburu Order, Medium Tank Harimau (Kaplan MT) Dikapalkan dan Siap Diuji di Negeri Samba

Sejak prototipe perdananya dipelihatkan ke publik pada pameran pertahanan IDEF 2017 di Istanbul, Turki, sampai saat ini mediun tank Kaplan MT atau Harimau rancangan FNSS dan PT Pindad, baru mencatatkan order penjualan sebanyak 18 unit, itu pun dari pesanan Kementerian Pertahanan RI untuk kavaleri TNI AD. Sementara potensi ekspor sejauh ini belum mendapatkan hasil, setelah gagal dalam penawaran ke Bangladesh dan Filipina.

Baca juga: FNSS Rilis Desain Upgrade Medium Tank Kaplan MT (Harimau)

Namun, ada kabar terbaru bahwa medium tank Kapan MT (Harimau) tengah ditawarkan oleh Turki ke angkatan bersenjata Brasil. Seperti halnya saat ditawarkan dalam tender oleh PT Pindad ke Filipina, maka dalam penawaran FNSS ke Brasil, satu unit Kapan MT kini sedang dalam pengapalan ke Brasil, yang mana medium tank berbobot 30 tonan ini akan diuju langsung oleh militer Brasil.

Seperti dikutip akun Twitter @SavunmaSanayiST, dari informasi bea cukai Turki, Kaplan MT yang dikapalkan ke Brasil dilengkapi dengan turret Cockerill 3105. Medium tank ini dipersenjatai meriam Cockerill 3105 kaliber 105 mm buatan perusahaan Belgia John Cockerill Defense. Cockerill 3105 sudah menganut full digital weapon stabilisation and computerised fire control. Pasokan amunisi pun ke laras mengadopsi sistem auto reload, alhasil awak pada tank hanya 3 personel, yakni pengemudi, komandan dan juru tembak (gunner).

Mengingat proses pengiriman sedang berlansung, maka Kaplan MT diperkirakan akan tiba di Brasil pada akhir Maret atau pertengahan bulan April mendatang. Selain akan diuji oleh militer Brasil, Kaplan MT diharapkan untuk berpartisipasi dalam Festival Kavaleri, yakni upacara nasional dan tradisional yang akan diadakan di kota Tramandaí pada bulan Mei 2024.

Setelah upacara tersebut, Kapan MT akan dikirim ke pusat pelatihan lapis baja di Santa Maria untuk demonstrasi kemampuan tempur. Saat ini, Angkatan Darat Brasil diperkuat dengan beberapa kendaraan lapis baja, seperti Main Battle Tank (MBT), yang terdiri dari 40 unit Leopard 1A1BE, 220 unit Leopard 1A5BR dan 30 unit M60A3.

Dari sejarahnya, kerja sama antara FNSS dan PT Pindad dimulai pada Juni 2010, dan nota kesepahaman yang ditandatangani antara kedua perusahaan bertansformasi menjadi proyek dari waktu ke waktu. Pada Juni 2014, nota kesepahaman kembali ditandatangani antara FNSS dan PT Pindad dengan joint venture kedua negara untuk produksi Medium Class Tank. Proyek ini resmi diluncurkan pada November 2015 dengan tahap desain dan pengembangan. (Gilang Perdana)

Suku Cadang ‘Diborong’ untuk Ukraina, Brasil Kesulitan Modernisasi MBT Leopard 1A5BR

One Comment