Belum Ada Tandingan, Armada Kapal Selam Singapura Adopsi 2 Teknologi AIP

Dengan diluncurkannya RSS Invicible pada 18 Februari lalu, menjadikan pada tahun 2021 akan ada dua tipe kapal selam di Asia Tenggara yang beroperasi menggunakan teknologi AIP (Air Independent Propulsion). Dan faktanya kedua tipe kapal selam dengan AIP di atas, adalah milik AL Singapura (RSN). Saat ini AL Singapura telah mengoperasikan dua unit Archer Class (RSS Archer dan RSS Swordsman) yang mengusung teknologi AIP Stirling Engine dari SAAB Swedia.

Baca juga: Archer Class Singapura – Kapal Selam dengan Teknologi AIP dan Double Torpedo Launcher Types

Sementara kapal selam generasi terbaru Singapura, Invicible Class yang total nantinya akan diterima genap 4 unit, menggunakan teknologi AIP yang berbeda dari Archer Class. Invicible Class buatan ThyssenKrupp Marine persisnya mencomot teknologi AIP Fuel Cell.

Dan seperti telah disebutkan di artikel sebelumnya, kapabilitas AIP Fuel Cell memungkinkan endurance di dalam air kapal selam dapat meningkat 50 persen dibandingkan kapal selam diesel listrik konvensional. 42 hari Invicible Class dapat melakukan penyelaman secara terus-menerus tanpa harus snorkelling untuk pengisian baterai.

AIP Fuel Cell pada prinsipnya adalah sistem propulsi yang merupakan penggabungan sistem konvensional yang terdiri dari generator diese  baterai asam timbal dengan sel bahan bakar yang dilengkapi dengan oksigen dan penyimpanan hidrogen. Sistem ini terdiri dari sembilan PEM (membran polimer elektrolit) sel bahan bakar dan masing-masing memberikan tenaga antara 30kW sampai dengan 50kW.

Fuel Cell merupakan penemuan mutakhir dari teknologi AIP kapal selam. Mesin ini mampu menghasilkan energi listrik untuk baterai kapal selam yang didapat dari proses kimiawi paduan oksigen dan hidrogen. Berbeda dengan sistem AIP sebelumnya, cara kerja perangkat ini tidak menimbulkan suara dan tidak menghasilkan gas buang. Kehadiran sistem ini membuka peluang untuk memodemisasi kapal selam konvensional yang berkemampuan selam setara dengan kapal selam nuklir.

Indian-Navy-Fuel-Cell-AIP-Plugimg5446

Sebagai catatan, teknologi AIP di kapal selam ada beberapa yang telah dikenal, seperti AIP Closed Cycle Diesel Systems, AIP Closed Cycle Steam Turbine, MESMA (Module d’Energie Sous-Marine Autonome), AIP Fuel Cell Systems, AIP Based Stirling engine, dan AIP hyrdogen peroxide system. Prinsip kerja AIP seperti mekanisme penggerak di pesawat antariksa. AIP selain membawa bahan bakar, juga membawa udara (oksigen) yang dibutuhkan untuk pembakaran.

Umumnya kapal selam yang mengadopsi teknologi AIP akan terlihat lebih panjang. Dengan penambahan modul AIP fuel cell, menjadikan panjang kapal selam akan bertambah 5 – 6 meter pada bagian buritan.

Baca juga: Pelajari Akuisisi Kapal Selam Berteknologi AIP, Delegasi TNI AL Sambangi Turki

u-3

Meski belum ada kapal selam TNI AL yang menggunakan AIP, namun DSME (Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering) selaku manufaktur Nagapasa Class, sejak beberapa tahun lalu telah menawarkan paket AIP untuk basis kapal selam Type 209/1400. Di keluarga kapal selam Type 209, AIP sudah diterapkan pada Poseidon Class milik AL Yunani (Type 209/1200) yang memasang modul AIP Polymer Electrolyte Membrane (PEM) system 120 kW buatan Siemens yang panjangnya 6 meter.

Semisal ada salah satu Nagapasa Class TNI AL yang kelak menggunakan AIP Fuel Cell, maka kapal selam tersebut dapat menyelam tiga minggu secara terus-menerus. Dengan kemampuan mesin diesel dan AIP Fuel Cell, kapal selam selam Type 209 TNI AL bakal punya jarak jelajah hingga 12.000 mil (19.300 Km). (Gilang Perdana)

8 Comments