Setelah gelombang keempat dan kelima F-16 C/D Block52ID tiba pada bulan Maret lalu, kini dalam waktu dekat, di bulan Desember 2017 TNI AU akan menerima gelombang keenam pengiriman F-16 C/D Block52ID. Gelombang keenam yang merupakan pengiriman terakhir dari keseluruhan paket 24 F-16 C/D akan terdiri dari enam unit pesawat tempur (more…)
Usia alutsista yang satu ini jelas tak muda lagi, M2A2 Howitzer 105 mm diterima Indonesia dari bekas pakai Amerika Serikat pada tahun 1982/1983. Namun sejatinya Howitzer ini sudah berumur lebih tua, maklum meriam yang aktif dalam era Perang Vietnam dan Perang Korea ini versi awalnya (M101) memang sudah malang melintang di awal Perang Dunia II. (more…)
Pertengahan September lalu di ajang efence and Security Equipment International (DSEI) 2017, Inzpire, pengembang aplikasi navigasi militer asal Inggris mengumumkan bahwa salah satu solusinya, yakni GECO Mission System – GECO (Air) telah dipercaya untuk memasok kebutuhan navigasi pada lima jet tempur TNI AU. Dan dalam waktu empat bulan setelah ditandatanganinya kontrak, Inspire belum kini telah mewartakan bahwa sistem GECO (Air) untuk TNI AU sudah mulai dioperasikan. (more…)
Ada yang berbeda dari HUT Artileri Medan (Armed) TNI AD Ke-72 di Pusdik Armed Kodiklatad, Cimahi, Jawa Barat. Diantara etalase alutsista Armed yang ditampilkan pada Senin (4/12/2017), ada satu yang menarik perhatian, yakni terlihat sosok rudal jelajah AV-TM 300 dengan warna putih. Disebut menarik perhatian lantaran ukurannya yang terbilang paling bongsor diantara deretan amunisi ASTROS (Artillery Saturation Rocket System) MK6. (more…)
Untuk pertama kali dalam sejarah, pesawat pembom legendaris AU Rusia Tu-95 Bear mendarat secara resmi di Indonesia. Pembom turboprop ini sangat layak disebut legendaris, pasalnya dibangun di awal-awal era Perang Dingin dan sampai saat ini pamornya tak pudar, bahkan masih jadi andalan kekuatan pembom dari Negeri Tirai Besi. Dan pada Selasa siang (5/12/2017), dua unit Tu-95 mendarat di Bandara Frans Kaisiepo, Biak. (more…)
Kodrat BVP-2 adalah sebagai IFV (Infantry Fighting Vehicle) yang merupakan generasi pendahulu dari ranpur IFV BMP-3F yang dioperasikan Batalyon Tank Amfibi (Yon Tankfib) Korps Marinir. Meski disebut satu marga dengan BMP-3F, namun uniknya di arsenal alutsista Korps Marinir justru BVP-2 bukan berada di Resimen Kavaleri, melainkan masuk di Resimen Artileri, yakni pada Batalyon Arhanud Marinir. Dan sejak didatangkan pada tahun 1998, sampai saat ini 40 unit BVP-2 masih terpelihara dengan baik dan dalam kondisi siap tempur. (more…)
Jagad senapan runduk memang tak pernah sepi dibicarakan, maklum sang penggunanya adalah pasukan khusus. Setelah diwartakan bahwa satuan elite Kopassus, Den Bravo Paskhas, Tontaipur Kostrad dan Brimob menggunakan Accuracy International AX308, diketahui satuan elite Korps Marinir, Detasejemen Jalamangkara (Denjaka). Yang kebetulan sosok AX308 ikut dipamerkan dalam Marinir Fair bulan November lalu. (more…)
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, setelah dilakukan upaya evakuasi penarikan dengan kapal tunda, sejak dilaporkan mengalami insiden akibat cuaca buruk pada 29 November lalu, akhirnya kapal patroli legendaris KRI Sibarau 847 dilaporkan telah tenggelam di Perairan Sumatera Utara pada 2 Desember 2017. Titik tenggelamnya kapal perang buatan Australia ini berada pada koordinat 03.45.38U – 098.57.55T. Dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, penyebab sementara akibat mati listrik dan lier jangkar mati dalam kondisi gelombang setinggi lima meter. (more…)
KRI Sibarau 847, kapal patroli legendaris yang pernah menjadi ‘bintang’ dalam film serial Patrol Boat, dikabarkan pada pada 29 November 2017 mengalami insiden di tengah cuaca buruk. Berlokasi di Perairan Tanjung Tiram, Sumatera Utara, kapal milik Satrol (Satuan Kapal Patroli) Koarmabar ini mengalami mati listrik dan lier jangkar mati, saat kejadian tinggi gelombang di area mencapai lima meter. (more…)
Selain mengerahkan kemampuan drone, Satgas Tinombala TNI dalam memburu sisa teroris DPO Muhajidin Indonesia Timur Ali Kalora (pengganti Santoso yang tewas pada Juli 2016) yang masih berkeliaran di Pegunungan Poso juga mendapat perkuatan dari Detasemen Peperangan Elektronika (Denpernika) TNI AD yang mendukung pencarian keberadaan DPO lewat teknologi pendeteksi (direction finder) transmisi dan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan lawan. (more…)