Author: indomiliter

Mengenal “Veresk” – Active Jammer Pod dari Belarusia untuk Sukhoi Series

Sesuai dengan dinamika zaman, peperangan udara di masa depan akan didominasi oleh keterlibatan unsur electronic warfare (EW), maka tak heran bila seperti AU Australia sejak dini telah mengoperasikan satu skadron EA-18G Growler untuk mengantisipasi skema ancaman tersebut. Bagaimana dengan Indonesia? Meski terkesan tertinggal, upaya untuk menjawab potensi combat air EW sudah dimulai dengan paket upgrade pemasangan jammer pod pada dua jet tempur Sukhoi Su-27SK TS-2701 dan TS-2702 yang telah selesai menjalani proses upgrade pada 2017 di Belarusia. (more…)

Inilah Prototipe Sentry Gun Kemhan, Robot Tempur dengan Senapan Mesin Berat

Sebagian dari Anda mungkin masih ingat dengan BDLTech War-V2, yaitu prototipe robot tempur lapis baja karya startup dalam negeri. Setelah mendapat pengakuan dari Kemenristekdikti, startup bergenre industri pertahanan ini kemudian memperoleh bantuan pendanaan untuk pengembangan robot tempur. Dan masih dengan genre yang sama, kini dari Balitbang Kemhan, dirilis prototipe mirip War-V2, sama-sama beroda rantai (karet), namun yang satu ini tidak lapis baja tapi punya senjata lebih lethal. (more…)

Ketar Ketir Akibat Tekanan Cina, Jepang Putuskan Ikut Bangun Rudal Hipersonik

Serangkaian uji coba rudal hipersonik Rusia Avangard dan terakhir parade militer Cina yang menampilkan drone hipersonik pada Perayaan Hari Nasional Republik Rakyat Cina, 1 Oktober 2019, rupanya telah membuat Pemerintah Jepang gusar. Ditambah lagi ada kabar bahwa Korea Utara dengan dukungan Cina ikut mengembangkan rudal balistik hipersonik, Cina sendiri sudah aktif menggelar rudal balistik hipersonik, seperti Stonefish yang mampu mengancam kapal induk Amerika Serikat. (more…)

Gandeng Ukraina, Thailand Tampilkan Prototipe Ranpur Komando BTR-3CS 8×8

Merujuk ke berita terdahulu, diberitakan Ukraina menggandeng Thailand untuk membangun fasilitas produksi ranpur BTR-3KS. Dimana sebelumnya, Pavlo Bukin, direktur UkrOboronProm mengatakan pada 25 Juli bahwa ia telah mengirim “first machine kit” ke Thailand untuk BTR-3KS. Nantinya Thailand akan memproduksi ranpur komando ini berdasarkan lisensi dari UkrOboronProm. (more…)

Mulai 2021, AL Perancis Terima Rudal Anti Kapal Exocet MM40 Block 3c

Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, rudal anti kapal Exocet MM40 Block 3 dengan segala kecanggihannya masih diandalkan sebagai senjata pemukul garis depan. Debut rudal anti kapal yang meluncur perdana pada 18 Maret 2010 ini, setidaknya telah digunakan oleh sembilan negara. Dan seolah berpacu dengan dinamika potensi peperangan di masa depan, AL Perancis belum lama ini diwartakan akan menerima varian baru dari rudal anti kapal Exocet, yaitu MM40 Block 3c. (more…)

Beechcraft Tawarkan New Utility Nose untuk King Air 350, Ideal untuk Kebutuhan Sipil dan Militer

Salah satu tantangan dalam upaya meningkatkan kapasitas muatan (payload) pada pesawat udara adalah bagaimana modifikasi yang dilakukan tidak menambah efek hambatan udara. Seperti upaya yang dilakukan Beechcraft, manufaktur pesawat yang berbasis di Wichita, Kansas, Amerika Serikat. Dimana Beechcraft menawarkan modifikasi ruang kargo pada pesawat turbopropeller, King Air 350. (more…)

Kohanudnas Bakal Diperkuat Radar Baru Leonardo RAT-31 DL/M, Ini Spesifikasinya!

Ada kabar baik dari dunia alutsista Tanah Air, pasalnya Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) bakal kedatangan sistem radar baru. Persisnya Satuan Radar (Satrad) 221 Ngliyep, Jawa Timur, yang selama ini menggunakan radar AWS-2 buatan Plessey, Inggris, akan digantikan oleh radar RAT-31 DL/M buatan Leonardo S.p.A. dari Italia. Radar AWS-2 sendiri sudah tergolong tua, lantaran merupakan pengadaan era tahun 60-an. (more…)

Dubai AirShow 2019 – Uni Emirat Arab Kembali Pesan GlobalEye dan A330 MRTT

Meski masih menanti kontrak final, namun dari Dubai AirShow 2019 ada kabar yang membuat cerah dua vendor alutsista, yaitu Saab dan Airbus. Persisnya Angkatan Udara Uni Emirat Arab telah mengumumkan proses pengadaan tambahan dua unit pesawat pengintai Saab GlobalEye dengan nilai potensial US$1,018 miliar. Tidak itu saja, juga ada order tambahan untuk tiga unit pesawat tanker Airbus A330 MRTT (Multirole Tanker Transport). (more…)