Author: indomiliter

Pantau Pergerakan Kapal Selam Asing, TNI AL Berniat Adopsi “SOSUS” di ALKI

Dengan formasi kekuatan lima kapal selam Type 209, kekuatan tempur bawah laut Indonesia masih jauh dari kata ideal. Sebagai respon atas keterbatasan menghadapi potensi peperangan bawah air, TNI AL punya sejumlah senjata AKS (Anti Kapal Selam). Bekal torpedo SUT, roket AKS, dan bom laut (depth charge) sudah tersedia sejak lama di frigat/korvet dan KCT (Kapal Cepat Torpedo), dan tak lama lagi dari aspek udara bakal hadir helikoper AKS AS-565Mbe Panther untuk Puspenerbal. Meski begitu, tantangan terbesar adalah bagaimana cara memantau pergerakan kapal selam asing, dengan teritori laut yang sedemikian luas, mustahil dilakukan ronda kapal patroli dan pesawat pengintai secara efektif. (more…)

Radar CP-SAR Profesor Josaphat Bakal Jalankan Misi Firebird C-1

Lewat laman Facebook, hari ini Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, profesor ahli radar dari Universitas Chiba di Jepang, mengumumkan akan melangsungkan uji coba Hinotori (Firebird)-C1 mission, yakni penempatan perdana CP-SAR (Circularly Polarized-Synthetic Aperture Radar) pada pesawat udara. Sebelumnya Josaphat telah melangsukan uji coba instalasi CP-SAR pada drone Garuda JX-1. Bila drone Garuda yang dipasangi CP-SAR diuji coba di Jepang, maka Firebird C-1 disebut-sebut akan diuji di Indonesia. (more…)

Bedah Ranpur “Stupid Crazy” LVTP-7 Resimen Kavaleri Korps Marinir

“Stupid Crazy..,” menjadi julukan yang disebut media di luar negeri saat menyaksikan atraksi nekad awak tank Korps Marinir dalam HUT TNI ke-70 di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, 5 Oktober 2015. Betapa tidak, beberapa ranpur LVTP-7 berbobot 30 ton digeber full speed dan tanpa keraguan langsung ‘loncat’ menerjang air di bibir dermaga. Ribuan sorot mata tak hanya dibuat kagum, bahkan tak sedikit yang ikut ‘sport jantung’ kala melihat atraksi yang disiarkan langsung di televisi.

(more…)

RM70 Grad Korps Marinir Kini Jadi Senjata Penggebuk dari Tengah Laut

Sampai saat ini belum ada arsenal alutsista yang punya daya hancur semasif MLRS (Multiple Launch Rocket System), sebagai contoh MLRS RM70 yang dioperasikan Batalyon Roket Resimen Artileri Korps Marinir. Dalam satu kali tembakkan salvo penuh (40 roket kontinyu), maka area seluas tiga hektar bisa luluh lantak. Dalam doktrin gelaran MLRS Marinir, alutsista ini baru digelar setelah kendaraan pengusung didaratkan ke bibir pantai. Tapi doktrin gelaran alutsista kadang harus disesuaikan bila ada kesempatan untuk melakukan inovasi yang spektakuler. Seperti belum lama ini, MLRS RM70 Grad 122mm justru berhasil diperankan sebagai senjata bantuan tembakan ke darat. (more…)

Pilah Pilih Drone Tempur Produksi Cina Untuk Indonesia

Hampir setiap militer dibelahan dunia kini memanfaatkan jasa drone alias UAV (Unmanned Aerial Vehicle), namun faktanya hanya sedikit negara yang mengoperasikan drone tempur, atau drone yang dipersenjatai, alias kondang disebut UCAV (Unmanned Aerial Combat Vehicle). Meski tak melulu identik dipakai oleh negara maju, kehadiran drone tempur membawa perubahan dalam taktik militer suatu negara. Dikenal mumpuni untuk misi ofensif, adanya UCAV di suatu kawasan bisa membawa pengaruh pada bangkitnya perlombaan senjata. Dan seperti yang kini tengah jadi tajuk berita, adalah rencana Indonesia untuk membeli drone tempur. (more…)

KRI Nagapasa 403 Tuntas Lakukan Modifikasi, 2 Agustus 2017 Siap Dikirim Ke Indonesia

Bila merujuk ke rencana awal, harusnya pesanan pertama kapal selam terbaru TNI AL, Nagapasa Class Type 209/1400 (aka – Changbogo Class) dari Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME), sudah dikirim ke Indonesia pada bulan Maret 2017. Namun karena dilakukan sejumlah modifikasi pasca sea trial, maka jadwal pengiriman kapal selam perdana, yakni KRI Nagapasa Class 403 molor empat bulan dari jadwal seharusnya. Sumber dari pihak DSME menyebut KRI Nagapasa 403 rencananya baru akan dilayarkan ke Indonesia pada tanggal 2 Agustus mendatang. (more…)

Antara Menhan dan KSAU, Beda Pandangan Soal Pesawat Angkut Berat?

Perbedaan statemen dalam rencana pengadaan alutsista rasanya kerap terjadi. Seperti dalam rencana pengadaan pesawat angkut berat untuk kebutuhan TNI AU, bila Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu pada Januari 2017 telah memutuskan untuk membeli lima unit Airbus A400M Atlas senilai US$2 miliar, maka sebaliknya dari pihak user, yakni TNI AU lewat KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan justru pihaknya akan mendatangkan C-130J Super Hercules. (more…)

M109A4 GS Untuk Armed TNI AD Telah Tiba di Indonesia

Setelah dikapalkan dari Belgia, sebanyak 18 unit Self Tracked Propelled Howitzer alias Artileri Swagerak jenis M109A4 155 mm untuk Satuan Artileri Medan (Armed) TNI AD telah tiba hari Selasa (25/7) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Meski berstatus bekas pakai AD Belgia, hadirnya alutsista ‘kelas berat’ ini jelas membawa arti penting bagi modernisasi persenjataan di lini Armed TNI AD, khususnya pada Self Tracked Propelled Howitzer yang selama puluhan tahun mengandalkan AMX-13 MK61 kaliber 105 mm.  (more…)