Author: indomiliter

Avibras AV-LM 70/7 SF M9 MK2: Peluncur Roket FFAR di EMB-314 Super Tucano TNI AU

uji-peluncur-roket-ffar

Jika dirunut dari awal kehadirannya, kini usia pakai pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano batch pertama baru menapaki empat tahun penugasan di Skadron Udara 21. Sesuai asasinya, Super Tucano menjadi tumpuan dalam beragam ajang latihan tempur TNI AU, terutama dalam misi BTU (Bantuan Tembakan Udara). Maklum porsi Super Tucano dituntut mampu mengimbangi pedahulunya OV-10F Bronco yang telah pensiun pada tahun 2007 silam.

(more…)

Pindad APR-1V: Jejak Rantis Lapis Baja Battle Proven di Bumi Rencong

images

Urusan merancang dan produksi rantis (kendaraan taktis) lapis baja beroda ban sudah dikuasai industri di dalam negeri, tebaran jenis rantis, mulai dari sebatas prototipe sampai yang sudah operasional ragamnya lumayan banyak di kesatuan TNI dan Polri. Namun dari sekian nama-nama rantis lapis baja, tak banyak yang lahir karena tuntutan dalam operasi militer yang sesungguhnya. Dan bila bicara rantis lapis baja yang ‘born to fight,’ maka tak bisa dilupakan sosok APR-1V buatan PT Pindad. (more…)

Isuzu FVZ 34 6×4: Jadi Truk Angkut Amunisi di Tiga Matra

images-(1)

Tampilan depannya identik dengan Isuzu NPS 75 4×4, kendaraan taktis (rantis) offroad yang baru saja didatangkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk kebutuhan tiga matra, Mabes TNI dan pasukan PBB. Namun bila dicermati, truk Isuzu FVZ 34 6×4 punya tongkrongan lebih besar dan tinggi, pasalnya Isuzu 34 FVZ adalah truk sipil di kelas 5 ton yang didaulat sebagai ranmum (kendaraan angkut amunisi). (more…)

SEAL Carrier: Siluman Bawah Air Kopaska TNI AL

seal carrier_3

Dikenal punya tugas khusus dalam pertempuran bawah air, menjadikan kelengkapan persenjataan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL terbilang spesial dibanding unit tempur TNI lainnya. Selain sista dan alat menyelam yang punya kualifikasi khusus, seperti Combat boat X38, senjata APS dan alat selam close circuit, dalam menunjang misi senyap di bawah air, satuan elit ini juga punya wahana transportasi bawah air yang terbilang sangat khas. (more…)

CANTOKA: Tumpas Perompak, Inilah Wahana Ship Boarding Kopaska TNI AL

IMG_20141008_090817

Bila suatu waktu terjadi aksi pembajakan kapal di lautan, maka satuan elit TNI yang mendapat order penugasan pertama adalah Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL. Satuan inilah yang memang punya spesialisasi utama penanggulangan teror aspek laut. Bila disejajarkan fungsinya di unit elit tempur AS, Kopaska bisa disejajarkan dengan US Navy SEALS. Karena punya tugas dan kemampuan khusus, tak heran bila Kopaska dibekali kelengkapan senjata dan wahana yang unik. (more…)

Alutsista Baru! Korps Marinir Lalukan Uji Fungsi Kanon Hanud Type 90/35mm dan AF902 Fire Control System

AKM_8055-(Copy)

Tak hanya lini Artileri Medan Marinir yang mendapat peningkatan kekuatan alutsista, setelah belum lama ini kedatangan MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Vampire, kini Resimen Artileri Marinir TNI AL dilengkapi alutsista terbaru jenis kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) Type 90/35 mm buatan Norinco, Cina. Dalam satu sistem senjata, juga termasuk AF902 FCS (Fire Control System). (more…)

Saab Koster Class: Kandidat Kapal Pemburu Ranjau Terbaru Untuk TNI AL

mcmv-47-tall

Meski diterpa isu seputar pemangkasan anggaran, patut disyukuri pengadaan beberapa alutsista tetap berjalan. Salah satu yang sudah mendapat persetujuan dari pemerintah adalah pengadaan kapal pemburu ranjau untuk TNI AL. Seperti disebutkan dalam berita terdahulu, US$215 juta telah dialokasikan untuk MCMV (Mine Counter Mesaure Vessels). Meski anggaran sudah siap, namun masih jadi pertanyaan, jenis kapal pemburu ranjau apa yang bakal diakuisisi TNI AL? (more…)

Denmark Tawarkan Pembangunan Frigat ‘Plug and Play’ Iver Huitfeldt Class di Indonesia

spek1

Bagi pemerhati alutsista, nama Iver Huitfeldt Class dari Denmark mungkin sudah tak asing didengar, inilah peringkat keempat frigat paling mematikan versi defencyclopedia yang ditawarkan untuk TNI AL. Selain kapabilitas tempurnya yang tinggi, frigat dengan desain modular ini bakal menjadikan TNI AL sebagai pengguna kapal perang tercanggih di kawasan Asia Tenggara. Dan menyesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, frigat berbobot 6.649 ton ini ditawarkan dengan fleksibilitas dan kustomisasi, bahkan Denmark menawarkan pembangunan kapal light destroyer ini di Indonesia. (more…)