Australia Disebut Bakal Akuisisi AIM-260 JATM, Salah Satu Rudal Udara ke Udara ‘Temahal’ di Dunia

Kemampuan Cina dalam memproduksi rudal udara ke udara jarak jauh canggih rupanya telah membuat khawatir Negeri Kanguru. Tidak cukup dengan AIM-120 AMRAAM varian terbaru, ada kabar mengejutkan bahwa Australia bakal menjadi pembeli pertama rudal udara ke udara AIM-260 JATM di luar Amerika Serikat.
Rudal AIM-260 JATM (Joint Advanced Tactical Missile) adalah program senjata prioritas utama Departemen Pertahanan AS, yang dirancang secara spesifik untuk merebut kembali keunggulan udara melawan rudal jarak jauh canggih yang dikembangkan oleh Cina (seperti PL-15). Keputusan untuk mengekspor rudal ini ke Australia, sebelum sekutu utama lainnya, menggarisbawahi peran kritis Australia dalam strategi Indo-Pasifik AS.
Kabar mengenai akuisisi ini mulai mencuat pada akhir November 2025 melalui kebocoran informasi dari pejabat AS yang tidak disebutkan namanya kepada komunitas analis pertahanan. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi yang dirilis oleh Defense Security Cooperation Agency (DSCA) atau Pemerintah Australia, menekankan kerahasiaan program ini.
Menurut dokumen yang bocor, kesepakatan ini diperkirakan bernilai antara US$2,6 miliar hingga US$3,1 miliar. Dana tersebut mencakup tidak hanya unit rudal tempur tetapi juga kendaraan uji coba dan biaya integrasi sistem.
Masih Serba Rahasia, NAVAIR Tampilkan Rendering Rudal Udara ke Udara Lockheed Martin AIM-260 JATM
Secara total, Australia diproyeksikan akan menerima sekitar 450 unit rudal AIM-260A JATM. Pengiriman batch pertama JATM ke Angkatan Udara Australia (RAAF) diperkirakan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2033, sejalan dengan peningkatan produksi rudal di Amerika Serikat.
Rudal canggih ini dirancang dan diproduksi oleh Lockheed Martin melalui Divisi Missiles and Fire Control-nya. Di Angkatan Udara Australia, AIM-260 JATM akan diintegrasikan pada dua platform utama, yaitu F-35A Lightning II, rudal ini secara khusus direkayasa agar muat di dalam internal weapons bay F-35A, suatu persyaratan penting yang memungkinkan jet tempur siluman tersebut mempertahankan sifat stealth-nya saat membawa persenjataan jarak jauh yang superior.
Dan kedua akan diintegrasikan pada F/A-18F Super Hornet, JATM juga akan melengkapi armada Super Hornet Australia, memberikan peningkatan signifikan pada daya tembak mereka. Desain AIM-260 JATM tetapi tetap mempertahankan ukuran kompatibel dengan peluncur AMRAAM.
AIM-260 JATM dikembangkan untuk mengatasi ancaman paling serius saat ini, khususnya rudal PL-15 Cina, yang memiliki jangkauan jauh. Oleh karena itu, sebagian besar spesifikasinya dirahasiakan (program Special Access Program).
Perkuat Taring F-35A dan Super Hornet, Australia Borong 400 Rudal AIM-120 AMRAAM Varian Tercanggih
Dari kemampuan, AIM-260 JATM harus mampu out-range (mengungguli jarak jangkau) pesaingnya di Pasifik. Jangkauan operasionalnya tidak diumumkan secara resmi, tetapi diharapkan jauh melampaui 160 kilometer (jangkauan AIM-120D) dan mampu bersaing, atau bahkan melebihi, jangkauan 200–300 kilometer dari PL-15.
JATM diperkirakan memiliki kecepatan puncak sekitar Mach 5. Rudal ini menggunakan teknologi motor roket padat baru yang sangat energik, memungkinkan dual-mode terminal seeker yang canggih untuk mengatasi jamming dan mempertahankan energi kinetik hingga fase akhir penerbangan.
Karena kompleksitas teknologi dan integrasinya, satu unit rudal JATM diperkirakan memiliki nilai jual sekitar US$5.8 juta, menjadikannya salah satu rudal udara ke udara termahal di dunia. (Bayu Pamungkas)



“Dari kemampuan, AIM-260 JATM harus mampu out-range (mengungguli jarak jangkau) pesaingnya di Pasifik. Jangkauan operasionalnya tidak diumumkan secara resmi, tetapi diharapkan jauh melampaui 160 kilometer (jangkauan AIM-120D) dan mampu bersaing, atau bahkan melebihi, jangkauan 200–300 kilometer dari PL-15.”
AIM-260 JATM dibuat untuk mengimbangi PL-16 selain menandingi PL-15 yang sudah battle proven 🤔