Australia Akuisisi Delapan Unit Landing Craft Heavy (LCH) Damen LST 100 untuk Amphibious Ready Group

Seperti telah diulas pada artikel sebelum ini, Angkatan Bersenjata Australia meski tidak memiliki Korps Marinir secara definitif, namun punya kemampuan dalam menggelar operasi serbu amfibi dengan menggabungkan elemen khusus pada Angkatan Darat dan Angkatan Laut dalam Amphibious Ready Group (ARG), seperti yang beberapa waktu lalu memperlihatkan aksinya dalam Latihan Bersama bersama TNI dalam “Keris Woomera 2024” di Situbondo, Jawa Timur.
Dan terkait dengan modernisasi di ARG, Departemen Pertahanan Australia lewat Project Land 8710 Phase 2 telah memilih Landing Ship Transport 100 (LST 100) dari Damen Shipyards Group untuk memenuhi persyaratan Angkatan Darat Australia membangun kapal pendarat berat (heavy landing craft) baru.
Departemen Pertahanan Australia mengatakan pada 22 November 2024, bahwa delapan unit kapal baru berdasarkan desain LST 100 – ditetapkan dengan label sebagai Landing Craft Heavy (LCH) – akan dibangun oleh galangan kapal di Australia, yakni Austal di fasilitasnya di Henderson di Australia Barat. Namun berapa komposisi dan unit kapal yang dibangun masih tergantung pada negosiasi kontrak.

Departemen Pertahanan menyebutkan, pembangunan unit pertama LCH diharapkan akan dimulai pada tahun 2026.
Departemen Pertahanan Australia mengatakan desain LST 100 memiliki bobot 4.000 ton, panjang 100 meter, dan lebar 16 meter. Kapal pendarat ini akan mampu beroperasi dengan kapal lain untuk melakukan berbagai tugas, termasuk penyisipan dan ekstraksi pasukan, pergerakan logistik, dan bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana.

LCH dari basis LST 100 Damen ini mampu membawa lebih dari 500 ton kendaraan dan peralatan militer. Ini termasuk membawa enam unit MBT General Dynamics Land Systems Abrams, 11 unit Infantry Fighting Vehicle (IFV) Hanwha Redback, atau 26 unit M142 High-Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS).
Departemen Pertahanan mengatakan kapal baru ini juga akan dilengkapi dengan sistenm senjata pertahanan diri dan sistem komunikasi militer.
Pengadaan Kapal Pendarat Berat dibingkai oleh Proyek Land 8710 Tahap 2 Departemen Pertahanan, di mana Angkatan Darat Australia bermaksud untuk membeli kapal pendarat dalam kategori 3.000–4.000 ton untuk menggantikan kapal pendarat LCH Balikpapan class milik Angkatan Darat Australia yang dinonaktifkan pada tahun 2014.
Selain itu, berdasarkan Project Land 8710 Phase 1, Angkatan Darat Australia juga membeli kapal pendarat sedang baru untuk menggantikan armada kapal pendarat LCM-8 yang sudah tua.
[the_ad id=”77299″]
Damen LST 100
Australia bukan yang pertama dalam mengadopsi LST 100, pasalnya Damen telah memproduksi kapal pendarat ini untuk Angkatan Laut Nigeria (NNS Kada). Dari spesifkasi, LST 100 memiliki ruang dek untuk kendaraan, dek helikopter/drone, dan ruang yang cukup untuk kargo, yang dapat dimuat melalui pintu rampa di haluan dan buritan atau menggunakan crane utama dengan kapasitas 25 ton.

LST 100 dapat punya kecepatan 15 knot dan mampu berlayar sejauh 4.000 nautical mile (7.408 km). LST 100 diawaki 18 personel dan dapat membawa dua kompi pasukan pendarat. (Bayu Pamungkas)
LCH BRP Batak (Balikpapan Class) – Kapal Pendarat Amfibi yang Akrab dengan Identitas Indonesia



Kedepannya TNI AL bs mencontoh desainnya DAMEN.
” FOLDING RAMP “nya KRI BINTUNI class harus di panjangin spt Damen.
https://youtu.be/PZRtZLZubRc?feature=shared