AU Perancis Resmi Pensiunkan Mirage-2000C Terakhir, Suku Cadang Diincar India

Berlokasi di Pangkalan Udara 115 di Orange, pada 23 Juni 2022 lalu, Angkatan Udara Perancis secara resmi memensiunkan unit terakhir dari Mirage-2000C, dimana varian pertama penempur bersayap delta produksi Dassault Aviation itu telah mengabdi selama empat dekade lebih dengan rekam jejak di banyak medan pertempuran.

Baca juga: Hari Ini 33 Tahun Lalu, Nyaris Milik TNI AU, Mirage-2000 Pernah Meliuk di Langit Kemayoran

Dikutip dari eurasiantimes.com (28/6/2022), disebutkan Mirage-2000C terakhir yang dipensiunkan adalah varian pertama yang diterima AU Perancis, telah beroperasi 40 tahun dan mencatat lebih dari 235.000 jam terbang. Satuan terakhir yang menggunakan Mirage-2000C adalah Escadron de Chasse 2/5 atau EC 2/5, yang dikenal sebagai “Ile de France,” yang mana kesatuan itu ikut dibubarkan dengan pensiunnya Mirage-2000C. Kabarnya, satuan tempur ini akan dihidupkan kembali dengan masukanya jet tempur Rafale pada tahun 2024.

Sebagai catatan, ‘Ile de France’ adalah skadron tempur pertama yang dibuat oleh Jenderal de Gaulle di Inggris pada tahun 1940.

Salah satu Mirage-2000C EC 2/5 yang dipensiunkan pada 23 Juni lalu dicat dengan livery unik hitam dan perak, dengan label “Mission Accomplished” di tepi belakang sayap deltanya.

Menjelang purna tugas, Mirage-2000C sejak tahun lalu digunakan untuk melatih pilot tempur Perancis untuk menerbangkan varian Mirage 2000-5F dan Mirage 2000D yang lebih modern.

Mirage 2000C pertama dikirim ke AU Perancis pada tahun 1983 dan mulai beroperasi penuh pada tahun berikutnya. Perancis total menerima 124 unit Mirage 2000C (single seat) dan 30 unit Mirage 2000B (tandem seat). 124 unit Mirage-2000 disebar ke dalam sembilan skadron dan ditempatkan di tiga pangkalan udara.

Mirage-2000 di Bandara Kemayoran.

Mirage-2000C secara aktif melakukan misi pengawalan dan pengintaian udara di Kuwait dan Irak selatan selama Operasi Desert Shield dan Desert Storm pada 1990-1991. Pengerahan tempur kemudian membawa unit Mirage 2000C Perancs kembali ke Teluk Persia untuk memperkuat zona larangan terbang yang ditetapkan dalam Operation Southern Watch.

Armada Mirage-2000C juga mengambil bagian di Operasi Deny Flight dalam menanggapi konflik Balkan, termasuk operasi patroli udara di Bosnia dan Herzegovina.

Mirage 2000C Perancis dikerahkan ke Lithuania tiga kali untuk operasi Pemolisian Udara Baltik NATO di wilayah tersebut. Mirage 2000C juga tercatat digunakan untuk mendukung operasi militer Perancis di wilayah Sahel di Afrika.

Mirage 2000.

Sebagai bagian dari Operasi Barkhane, Mirage 2000C Perancis menjalankan misi pertahanan udara dan meluncurkan serangan dengan bom pintar GBU-12 terhadap basis teroris di Nigeria.

Misi lain dilakukan di luar daratan Perancis, seperti detasemen di Guyana Perancis, di mana Mirage 2000C membantu menciptakan zona larangan terbang di atas pusat ruang angkasa selama peluncuran luar angkasa.

Ketika awalnya memasuki layanan Angkatan Udara Perancis, Mirage-2000C adalah salah satu pesawat tempur paling canggih di Eropa, lantaran Mirage-2000C memiliki teknologi modern seperti kendali fly-by-wire (FBW) ditambah dengan tata letak aerodinamis yang memaksimalkan kelincahan tingkat tinggi.

Baca juga: AU Taiwan Kena Musibah (Lagi), Jet Tempur Mirage-2000 Jatuh ke Laut, Pilot Selamat

Diincar India
Pada bulan September 2021, laporan media India mengungkapkan bahwa Angkatan Udara India berencana untuk membeli 24 unit Mirage-2000 bekas untuk melengkapi inventaris tua Mirage-2000 dan mendapatkan suku cadang untuk dua skuadron Mirage-2000 yang dioperasikan AU India. Sebagai informasi, AU India pada tahun 1985 membeli 50 unit Mirage-2000C dan B, dengan perjanjian pemeliharaan yang berakhir pada tahun 2005. (Gilang Perdana)

6 Comments