Angkatan Laut Filipina Terima OPV BRP Rajah Sulayman (PS-20), Kapal Pertama dari Enam Unit yang Dipesan

Angkatan Laut Filipina (Philippine Navy) baru saja menandai tonggak sejarah baru dalam modernisasi armadanya dengan kedatangan BRP Rajah Sulayman (PS-20). Kapal ini merupakan unit pertama dari enam kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) Rajah Sulayman class yang dipesan dari galangan kapal Korea Selatan, HD Hyundai Heavy Industries (HHI).
BRP Rajah Sulayman tiba di perairan Filipina pada 17 Januari 2026 dan disambut oleh fregat rudal BRP Jose Rizal (FF-150) di lepas pantai Zambales sebelum melanjutkan proses inspeksi dan penerimaan teknis.
BRP Rajah Sulayman dibangun menggunakan desain HDP-2200+ yang telah disesuaikan dengan kebutuhan spesifik Filipina. Dengan kontrak senilai 30 miliar peso (sekitar Rp8,5 triliun) untuk enam unit, kapal-kapal ini dirancang untuk memiliki daya tahan tinggi di laut lepas.
BRP Rajah Sulayman punya bobot deplesi sekitar 2.400 hingga 2.450 ton, dengan dimensi panjang 94,4 meter, lebar 14,3 meter, dan draft 3,7 meter. Kapal kombatan ini punya kecepatan maksimum 22 knot dengan kecepatan jelajah 15 knot, serta jangkauan operasional 5.500 mil laut dengan kemampuan bertahan di laut (endurance) hingga 30 hari tanpa sandar.
LOOK | PH Navy welcomes newest patrol vessel, future BRP Rajah Sulayman (PS20)
The Philippine Navy’s newest offshore patrol vessel, the future BRP Rajah Sulayman (PS20), has arrived in the country from South Korea, which marks another significant addition to the Navy’s growing… pic.twitter.com/fiwoC1YidL
— Philippine Navy (@Philippine_Navy) January 19, 2026
BRP Rajah Sulayman mampu menampung 72 personel dengan sistem otomatisasi tingkat tinggi untuk efisiensi operasional.
Meskipun berstatus sebagai OPV, BRP Rajah Sulayman dilengkapi dengan sistem persenjataan dan sensor modern yang mumpuni untuk menghadapi berbagai ancaman. Kapal kombatan generasi terbaru Filipina ini dipersenjatai dengan meriam utama 1x 76 mm OTO Melara Super Rapid Gun, kanon 2x 30 mm SMASH Remote Controlled Weapon Station (RCWS), dan senapan mesin berat 2x 12,7 mm. Persenjataan rudal disiapkan untuk dipasang di masa depan mencakup (VLS atau peluncur rudal permukaan ke udara/anti kapal)
Filipina Tambah 6 Wildcat: Perkuat Armada Helikopter AKS Angkatan Laut
BRP Rajah Sulayman menjadi kapal perang pertama di arsenal Angkatan Laut Filipina yang akan menjadi yang memiliki Towed Array Sonar System (TASS) sejak awal. Sistem TASS yang dipilih adalah GeoSpectrum Technologies Towed Array Sonar System, yang merupakan langkah besar dalam meningkatkan kemampuan deteksi bawah air jarak jauh Angkatan Laut Filipina
Proses pembangunan kapal ini tergolong sangat cepat. Peletakan lunas (keel laying) dilakukan pada Februari 2025, diluncurkan pada Juni 2025, dan sudah tiba di Filipina pada Januari 2026. Lima kapal lainnya dijadwalkan akan dikirimkan secara bertahap hingga tahun 2028, memperkokoh posisi Angkatan Laut Filipina sebagai kekuatan maritim yang semakin disegani di kawasan Asia Tenggara. (Gilang Perdana)
OPV Rajah Sulayman Class: Kapal Perang Pertama Filipina dengan Towed Array Sonar System (TASS)



Yor :
OPV kita itu lama bikin karena desain diubah-ubah terus contoh panjang kapal dari tadinya 90 meter ke 95 meter trus ke 98 meter.
Saat first steel cutting pun banner yang terpasang di panggungnya pun bernada bingung karena tertulis “First Steel Cutting Kapal Offshore Patrol Vessel 90 M dan Kapal Offshore Patrol Vessel”.
Jadi saat First Steel Cutting itu sebenarnya desainnya masih belum final.
Peletakan lunas (keel laying) dilakukan pada Februari 2025, diluncurkan pada Juni 2025, dan sudah tiba di Filipina pada Januari 2026.
Wajar aja, Korea Selatan salah satu negara dengan industri pembuatan kapal terbesar di dunia sebanding dengan China dan Jepang.
Jadi sdm dan kemampuan industri nya udah matang bisa dilihat dari kecepatan penyelesaian proyek
Kapal opv ini sebenarnya sekelas dengan opv 90 m indo? Tapi punya indo pembangunan nya tergolong lama😃
(first steel cutting) pada 26 Agustus 2021 di galangan kapal PT Daya Radar Utama (PT DRU) di Lampung.
Peluncuran & Penamaan (September 2024)
Per Oktober 2025, kapal sedang menjalani tahap Sea Acceptance Test (SAT)
Jika ada yg gak setuju karena itu dilakukan galangan swasta dan itu baru pertama kali buat opv class? 🤣namanya perusahaan kalo menerima proyek ya berarti udah siap seharusnya secara teknis dan non teknis.
Kelebihan punya Korea, pembangunan cepat, sensor dan senjata buatan Korea tersedia
Agak susah kalo opv buatan lokal tapi sensor dan senjata masih impor serta kecepatan pembangunan lama🤣
Oh ini toh opv nya. FFBNW juga ya rudalnya.
Kayaknya kalo dipasang VLS nggak ada tempatnya deh. Paling peluncur rudal biasa yang dipasang miring. Untuk rudal ke target udara kayaknya nggak akan dipasang. Kecuali smashnya diganti simbad rc.
Masih lebih inferior daripada OPV kita KRI 391 class.
Kapasitas galangan kapal Hyundai HI memang gede, pengalaman tinggi dan supply chain mereka bagus, ya ga heran bikin kapalnya bisa cepat