AL Malaysia Terima Batch Perdana G2000 MK II – Fast Interceptor Craft Produksi Dalam Negeri

Serupa yang dilakukan Indonesia, Malaysia juga memperkuat arsenal kapal patroli cepat dengan kemampuan itersepsi – Fast Interceptor Craft (FIC) produksi dalam negeri. Seperti pada 12 Januari 2024, Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN/TLDM) menerima batch perdana yang terdiri dari empat unit FIC G2000 MK II buatan galangan lokal Gading Marine Industry Sdn Bhd.

Baca juga: North Sea Boats G7 Fast Interceptor – Rebut Predikat Kapal Tercepat di Indonesia!

Secara keseluruhan, Angkatan Laut Malaysia akan menerima 13 unit FIC G2000 MK II, yang nantinya dioperasikan di perairan Pantai Timur Sabah. Gading Marine mendapat kontrak 13 unit FIC G2000 Mk II dari pemerintah Malaysia pada tahun 2022. Kontrak tersebut merupakan repeat order menyusul penyerahan enam kapal lawas G2000 Mk I pada April 2021.

Dikutip Janes.com, G2000 Mk II memiliki lambung aluminium dan berbobot sekitar 26 ton pada beban standar. FIC ini memiliki panjang keseluruhan 18 meter dan lebar 4,6 meter. G2000 Mk II ditenagai dua mesin diesel MAN V12 yang menggerakkan dua jet air Hamilton.

Dari performa, G2000 Mk II dapat mencapai kecepatan tertinggi 50 knots (92,6 km per jam) dan jangkauan maksimum lebih dari 350 nautical mile (648,2 km) saat beroperasi pada kecepatan 35 knots.

G2000 Mk II dibangun dengan ruang dek yang lebih besar di bagian belakang untuk menampung pasukan pasukan khusus – Quick Reaction Force (QRF) dan perangkat pendengar akustik jarak jauh di samping penembak belakang yang mengoperasikan dua pucuk senjata kaliber 7,62 mm.

Baca juga: Korea Selatan Luncurkan “Phantom” High Speed Interceptor Craft – Mampu Melesat 60 Knots

G2000 Mk II dapat menampung lima awak dan delapan personel militer, G2000 Mk II dirancang untuk berbagai misi, termasuk patroli pantai (pengawasan), intersepsi, misi rahasia, operasi pencarian dan penyelamatan, dan respon cepat. Kapal cepat ini juga dilengkapi Electronic Control System (ECS), radar, GPS dan Machinery Control System. (Bayu Pamungkas)