Airbus SirTAP – Drone Intai MALE Spanyol-Kolombia yang Masih Menanti Kontrak

Spanyol dan Kolombia, dua negara yang terpisahkan oleh Samudra Atlantik, sejak tahun 2015 telah bersepakat untuk mengembangkan drone intai dengan kualifikasi MALE (Medium Altitude Long Endurance). Proyek drone bertenaga propeller tersebut digarap oleh Airbus Spanyol dengan label SiRTAP (Sistema RPAS Táctico de Altas Prestaciones).

Baca juga: [Video] Barracuda – Usaha Kemandirian Eropa dalam Pengembangan Drone Bermesin Jet

Dikutip dari Defense News, disebut bahwa Airbus siap untuk mulai mengerjakan drone SiRTAP berdaya tahan tinggi untuk angkatan udara Spanyol dan Kolombia. Dikatakan unit pertama dapat dikirim ke Spanyol pada tahun 2026, dengan catatan jika pemerintah segera menyetujui kontrak pengadaan SiRTAP.

Proyek drone SiRTAP diluncurkan pada tahun 2015, menyusul permintaan awal dari Spanyol dan kemudian diikuti oleh Kolombia. Airbus sejak awal telah memimpin program SirTAP, sebelumnya dikenal sebagai drone Atlante 2 MALE. SiRTAP diciptakan sebagai drone taktis untuk pengumpulan dan pengawasan intelijen.

Drone SiRTAP digadang untuk menggantikan armada drone buatan Israel yang sudah tua, dimana AU Spanyol saat ini mengoperasikan Searcher MkII yang diproduksi oleh Israel Aerospace Industries (IAI), sementara AU Kolombia mengoperasikan Hermes 450 yang diproduksi oleh Elbit Systems.

Jean-Brice Dumont, head of military air systems Airbus mengatakan bahwa Spanyol sedang mempertimbangkan pengadaan total 27 sistem SiRTAP, yang masing-masing terdiri dari tiga drone, satu unit ground control station dan satu unit data reception equipment. Sementara, saat ini drone masih dalam tahap pra-desain.

“Tujuan kami adalah mengirimkan gelombang pertama SiRTAP pada tahun 2026 … yang berarti kami harus bekerja keras untuk mewujudkannya,” kata Dumont. Namun, sejauh ini belum ada kontrak yang ditandatangani.

Spanyol dan Kolombia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk kerja sama drone pada tahun 2019, diikuti dengan proposal resmi yang diajukan oleh Airbus ke Kementerian Perindustrian Spanyol pada Januari 2021.

Baru-baru ini, Kementerian Pertahanan Spanyol memperoleh persetujuan untuk berinvestasi sekitar US$542 juta (€500 juta) dari anggaran pertahanannya ke proyek SiRTAP. Adapun Kolombia, negara Amerika Latin itu dilaporkan ingin membeli enam sistem SiRTAP, termasuk 18 drone dengan beberapa pemasok Kolombia menyumbangkan elemen untuk desain sistem.

Pejabat Airbus sebelumnya telah menekankan premis program untuk memproduksi 90 persen komponen drone di Spanyol. Namun, Dumont menunjukkan bahwa untuk memenuhi tujuan program, kompromi mungkin harus dicapai dengan kemungkinan memilih pemasok non-Spanyol dalam beberapa kasus.

Dari spesifikasi, SiRTAP diharapkan memiliki endurance lebih dari 20 jam, mampu terbang di ketinggian 21.000 kaki (6.400 meter) sambil membawa payload hingga 150 kilogram. Desain yang dapat dilipat memungkinkan drone dapat diangkut melalui darat dan udara dengan pesawat angkut sekelas Airbus C-295, yang dalam sekali terbang dapat membawa dua drone.

Baca juga: Layu Sebelum Mengudara, Proyek Drone Kombatan MALE Elang Hitam Telah Dihentikan

Airbus mengklaim SiRTAP ideal untuk berbagai rangkaian misi termasuk pengumpulan intelijen, pengawasan maritim, pengawalan konvoi dan perlindungan pasukan serta peperangan elektronik.

Dumont mencatat bahwa platform tersebut terutama dirancang sebagai solusi hemat biaya untuk menarik sebagian angkatan udara dengan anggaran lebih rendah tetapi ingin memperoleh kemampuan dan sertifikasi lanjutan. (Gilang Perdana)

One Comment