AH-64 Sea Apache – Mimpi Helikopter Serang Khas Angkatan Laut yang Tak Terwujud

Sebagai helikopter serang nomer wahid, sudah barang tentu AH-64 Apache dapat beroperasi dari deck kapal, seperti kapal induk helikopter (LHD), pun moda operasi di perairan pesisir sudah dipersiapkan pada helikopter produksi Boeing ini. Dan tak lupa, Apache juga dapat dibekali emergency flotation system, yang tak lain digunakan agar dapat mengapung di air dalam kondisi darurat.

Baca juga: Emergency Flotation System, Bikin AH-64 Apache Mampu Mengapung di Air

Namun, dengan rancangan yang ada, ternyata AH-64 Apache tidak benar-benar ideal untuk dioperasikan di lautan. Jika sekedar dilibatkan dalam operasi sementara waktu tentu tak ada masalah, tapi jika menempatkan Apache menjadi kekuatan organik pada elemen tempur kapal induk, nyatanya diperlukan serangkaian modifikasi.

Dikutip dari aviastar.org, saat produksi AH-64 Apache masih dipegang oleh McDonnell Douglas Helicopter, persisnya pada tahun 1984 sempat ada proposal untuk menawarkan Apache dalam varian naval. Dasar dari penawaran tersebut untuk menggantikan helikopter Bell AH-1 Sea Cobra yang digunakan oleh Angkatan Laut dan Korps Marinir AS. Dengan diperkenalkannya sistem rotor empat bilah ke Sea Cobra pada USMC saat ini, AH-1W, Bell Cobra diyakini telah mencapai batas perkembangannya.

AH-64 Apache versi naval lantas disebut Sea Apache (dikenal juga sebagai Grey Thunder). Desain Sea Apache dimaksudkan untuk operasi dari kapal Angkatan Laut yang lebih kecil seperti frigat dan kapal penjelajah. Sedangkan oleh Marinir helikopter ini dapat dioperasikan dari Amphibious Assault Ships (LHA) dan kapal amfibi berkemampuan helikopter yang lebih kecil dari Marine Amphibious Ready Group (ARG). Kapal-kapal tersebut sering beroperasi di luar perlindungan udara dari  Gugus tugas kapal induk. Lebih dari itu, Sea Apache juga dipandang sebagai senjata pertahanan udara terbatas dan platform serangan permukaan yang ofensif.

Dalam studi bersama pihak Angkatan Laut, dikemukakan bahwa diperlukan serangkaian perubahan konfigurasi jika Sea Apache ingin diwujudkan. Secara garis besar, Sea Apache adalah varian dasar AH-64A yang dimodifikasi dengan boom tail (ekor) dapat dilipat, terkait dengan boom tail yang bisa dilipat, maka roda ekor juga dipindahkan posisinya.

Awalnya, Sea Apache akan menjadi badan pesawat AH-64A dasar yang dimodifikasi dengan boom tail lipat, roda ekor yang dipindahkan, radar yang dipasang di tiang untuk pencarian dan serangan permukaan/udara, dan perbekalan untuk rudal Harpoon dan Sidewinder. Namun seiring waktu, studi teknik mengungkapkan bahwa konfigurasi akhir Sea Apache harus diubah secara drastis.

Tidak itu saja, main landing gear (roda pendarat utama) yang selama ini terpasang di AH-64 dipandang tidak pas untuk versi naval. Studi teknik menemukan bahwa jalur roda utama Apache standar terlalu sempit, menyebabkan pesawat menjadi sangat tidak stabil di geladak kapal kecil. Gulungan dek di laut yang deras, ditambah dengan dasar roda pesawat yang sempit, dapat dengan mudah menyebabkan Sea Apache terbalik.

Untuk mengatasi masalah di atas, para insinyur McDonnell Douglas mendesain ulang roda pendarat utama, memindahkannya dari badan pesawat ke ujung stub wing. Roda pendaratan utama yang direvisi juga dapat ditarik, meskipun roda itu sendiri tetap tidak tertutup cover saat helikopter mengudara.

Imbas dari konfigurasi roda pendarat juga menghapus Chain Gun 30 mm dan sistem penyimpanan amunisi terkait, dan mengganti TADS/PNVS dengan radar yang dipasang di hidung (APG-65 Sea Search radar). Sea Apache menampilkan kontur hidung yang direvisi dan desain samping badan pesawat yang diperpanjang untuk membawa perangkat elektronik tambahan. Sponsons dengan mulus dimasukkan ke dalam badan pesawat untuk menurunkan drag dan diperpanjang hampir ke ujung hidung. Helikopter ini juga memiliki perlengkapan untuk membawa dua rudal udara-ke-udara AIM-9L Sidewinder. Persenjataan yang diproyeksikan termasuk rudal anti kapal Harpoon atau Penguin, Stinger, Sidearm dan AMRAAM.

Namun satu rancangan Sea Apache varian untuk Marini, akan mempertahankan sistem pemandu TADS/PNVS dan rudal Hellfire, untuk digunakan dalam peran dukungan udara jarak dekat dan untuk tugas anti-kapal saat mengawal kapal amfibi.

Meski ada serangkaian modifiksi, namun dapur pacu Sea Apache masih mengandalkan dua mesin standar General Electric T700-GE-401. Fitur yang sudah ada dan terus digunakan pada Sea Apache adalah sistem pencegahan korosi, peningkatan perlindungan interferensi elektro-magnetik dan sistem navigasi Doppler.

Baca juga: Promo Kemampuan di Wilayah Pesisir, Boeing Rayakan Pengiriman AH-64E Apache Ke-500

McDonnell Douglas merancang Sea Apache untuk beropersi dengan radius tempur 370 km dan kemampuan terbang selama 4 jam. Walau akhirnya proyek ini tak berlanjut, AL AS pernah mempertimbangkan secara serius pengadaan Sea Apache. Angkatan Laut menginginkan Sea Apache tidak hanya karena kemampuannya, tetapi juga karena biaya akuisisi helikopter yang jauh lebih murah daripada melakukan desain helikopter yang sama sekali baru untuk menggantikan AH-1W. (Bayu Pamungkas)

2 Comments