Ternyata Ada Yang Beda Pada Kanon Bofors L/70 40mm di Korvet Fatahillah Class

Kanon Bofors L/70 40 mm sudah jamak digunakan di kapal perang TNI AL, persisnya ada yang tampil dengan model terbuka dan model modifikasi yang dilengkapi kubah. Namun bila diperhatikan lebih detail, ada yang berbeda dari sosok kanon Bofors L/70 pada korvet Fatahillah Class dan Kapal Cepat Rudal (KCR) Mandau Class. 

Baca juga: Beginilah Jika Bofors L/70 Dilengkapi Electro Optic Sight

Meski sekilas mirip dengan model kanon Bofors L/70 yang ada di haluan di FPB-57 Nav I, di korvet Fatahillah Class dan KCR Mandau Class, pucuk kanon Bofors L/70 disematkan pada bagian buritan, perannya sebagai kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) dan untuk sasaran permukaan. Kanon Bofors L/70 di korvet dan KCR tersebut berbentuk model terbuka, alias tanpa kubah. Tapi yang unik, pada bagian pangkal larasnya terdapat ‘punuk’ yang persisnya berada disamping gunner. Adanya ‘punuk’ inilah yang membuat Bofors L/70 di Fatahillah Class dan Mandau Class berbeda dari Bofors L/70 lain, seperti yang ada di FPB-57 series dan LST Teluk Semangka Class.

Dari hasil penelurusan, Bofors L/70 di Fatahillah Class dan Rencong Class memang punya keunggulan tersendiri. Laras kanon yang digunakan memang lansiran Bofors L/70 dari Swedia, namun sistem munisi yang digunakan lebih maju, dimana digunakan automatic magazine. Dengan automatic magazine, maka loading munisi tak lagi menggunakan model cartridge, yang tiap cartridge berisi 4 munisi.

Dikutip dari navyweaps.com, tipe kanon tersebut diberi label Breda Type 564, yang dilengkapi dengan 144 munisi. Kanon yang dilansir tahun 1971 ini hanya membutuhkan satu awak (gunner), yang duduk disamping kiri pangkal laras. Varian ini juga dikenal sebagai Breda/Bofors 350P. Bobot sistem kanon ini mencapai 3.300 kg tanpa munisi. Sebagai penggerak, kanon ini dilengkapi baterai seberat 100 kg.

Kanon Bofors/Breda ini dapat memuntahkan 240 proyektil dalam satu menit. Bofors L/70 mampu menghantam sasaran secara efektif di udara hingga jarak 3.000 meter. Sedangkan jarak tembak maksimum secara teori dapat mencapai 12.500 meter. Untuk kecepatan luncur proyektil mencapai 1.021 meter per detik.

Baca juga: Bofors 40 MK4 – Generasi Canggih Meriam Kaliber Sedang TNI AL

Untuk kinerja lebih detail, laras dapat digerakkan vertikal mulai dari sudut -10 sampai 90 derajat. Sementara kecepatan pergerakan larasnya 45 derajat per detik. Untuk pergerakkan secara horisontal, kanon dapat berputar 360 derajat, dengan kecepatan 80 derajat per detik. Selain diproduksi Italia, kabarnya varian Bofors L/70 dengan automatic magazine ini juga telah diproduksi secara lisensi oleh Spanyol. (Bayu Pamungkas)

9 Comments