Telah Bersiap di Cilegon, Inilah Tampilan Pandur II 8×8 dengan Kanon RCWS Ares UT30MK2

Diantara ratusan alutsista TNI yang kini telah terparkir di kawasan Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, sudah terlihat sosok ranpur Pandur II 8×8 jenis IFV (Infantry Fighting Vehicle) yang dilengkapi kanon RCWS Ares UT30MK2 kaliber 30 mm. Kemunculan ini menjadi babak terbaru dari serial panser Pandur II 8×8 di Indonesia, setelah sebelumnya telah diperlihatkan Pandur II 8×8 FSV (Fire Support Vehicle) yang dilengkapi meriam Cockerill CT-CV 105 mm dan Pandur II 8×8 APC dengan SMB (Senapan Mesin Berat) kaliber 12,7 mm.

Baca juga: Ares UT30MK2 – Dibalik Kecanggihan Kanon RCWS 30mm di Panser Pandur II 8×8 IFV TNI AD

Formasi ketiga jenis panser Pandur kini telah siap untuk mengikuti parade dan defile HUT TNI Ke-72 pada 5 Oktober 2017. Bahkan Pandur II 8×8 APC secara khusus akan menampilkan atraksi berenang di laut dalam skema operasi amfibi. Sebaliknya Pandur II 8×8 yang kini dipasangi kubah kanon Ares 30 mm tidak mempunyai kapabilitas amfibi. Namun sumber Indomiliter.com menyebut bahwa versi Pandur Ares 30 mm yang nantinya akan digunakan Batalyon Infanteri Mekanis TNI AD adalah varian dengan kemampuan amfibi.

Seperti apa kebisaaan dari RCWS UT30MK2? Dikutip dari factsheet yang dirilis pihak manufaktur, UT30MK2 sudah mengusung fully integrated Battlefield Management System (BMS) desain kubah modular, sehingga UT30MK2 dapat dipasangkan beragam sistem senjata dan perangkat elektro optik tambahan.

Baca juga: Jelang HUT TNI Ke-72, Intip Latihan Amfibi Pandur II 8×8 di Cilegon

Bicara fire power, UTMK30MK2 buatan Ares Aeroespacial and Defense, manufaktur persenjataan dari Brasil, mengusung basis kanon Orbital ATK Mk 44 Bushmaster ABM (Air Burst Munition) kaliber 30 mm sebagai senjata utama, sementara disisi laras 30 mm terdapat senapan mesin 7,62 coaxial. Jika kocek user cukup, sudah tersedia modul untuk dipasangi ATGM (Anti-Tank Guided Missiles). Sebagai kanon RCWS modern, di sistem kubah sudah disematkan Laser Warning System (LWS) and optional Smoke Grenade Launcher System (SGL).

Dengan teknologi dual-axis stabilized, UT30MK2 dirancang mampu melakukan tembakkan secara efektif dalam kondisi kendaraan sedang melaju. Dan yang lebih unik, desain kubah dapat di setting tanpa awak (unmanned) ke dengan awak (manned), begitu pun sebaliknya, disesuaikan dengan kebutuhan operasi, dimana kesemua subsistem disebut-sebut saling identik.

Baca juga: Beginilah Tampilan Pandur II 8×8 FSV Setelah Dipasangi Kubah Cockerill CT-CV 105 mm

Desain modular tak melulu pada penambahan perangkat penjejak dan senjata, namun lapisan pelindung pada kubah juga dapat ditambahkan dengan model Modular ballistic protection (STANAG 4569 Level 2, 3,4 or 6), sudah barang tentu level STANAG yang digunakan akan berimbas kepada bobot kubah itu sendiri. (Haryo Adjie)

22 Comments