[Polling] M142 HIMARS AD Singapura: Lawan Tanding Terberat MLRS ASTROS II MK6 TNI AD

Singapore

Bila dirunut dari sejarah, Indonesia punya pengalaman panjang dalam mengadopsi MLRS (Multiple Launch Rocket System), tentu jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, jelas Indonesia paling senior dalam menggelar MLRS. Dipacu kebutuhan untuk persiapan operasi Trikora di tahun 60-an, Indonesia sudah mengenal self propelled MLRS, alias MLRS gerak sendiri dengan platform truk, seperti BM-14/17 milik Korps Marinir TNI AL dan M-51 130 mm kepunyaan Yon Armed TNI AD.

Seiring waktu berjalan, meski terasa lambat, toh pada tahun 2004 TNI kedatangan self propelled MLRS jenis RM70 Grad 120 mm, alutsista ini menjadi senjata penggebuk utama satuan Armed Korps Marinir TNI AL. Nah, disaat bersamaan, tanpa banyak gembar gembor, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura juga sudah mempersiapkan satuan MLRS. Peta kekuatan di lini MLRS pun menjadi tidak berimbang, pasalnya jenis MLRS yang dipunyai Malaysia dan Singapura jauh lebih canggih dan mematikan ketimbang RM70 Grad. Sebut saja Malaysia pada tahun 2006 sudah kedatangan MLRS ASTROS (Artillery Saturation Rocket System) II MK5 buatan Brazil, sementara sejak tahun 2007 telah memesan M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) dari Lockheed Martin Missiles, dan pesanan perdananya tiba pada tahun 2009.

Meski dalam sekali gerak, unit peluncur ASTROS dan HIMARS tidak bisa membawa jumlah roket sebanyak MLRS RM70 Grad yang punya 40 tabung peluncur di setiap platform truk, tapi untuk urusan jenis hulu ledak, sistem pendorong roket, dan kaliber yang dibawa ASTROS dan HIMARS lebih superior, apalagi keduanya dapat mengusung roket multi kaliber, bahkan bisa pula melontarkan rudal permukaan ke permukaan. Sebagai perbandingan, RM70 Grad punya kaliber 120 mm, sementara ASTROS bisa dimuati roket multi laras, mulai dari 127 mm hingga 300 mm. HIMARS yang dikembangkan Lockheed Martin Missiles dan BAE Systems juga mengandalkan roket kaliber 227 mm. Makin besar kaliber, selain hulu ledak yang lebih besar, jangkauan tembak pun lebih jauh.

Angin segar berhembus sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan program MEF (Minimum Essential Force) tahap I, di tahun 2012 lini Armed MLRS Indonesia menjadi sejajar dengan Malaysia dan Singapura, yakni dengan hadirnya ASTROS II MK6 buatan Avibrás Aerospacial, Brazil. Dengan anggaran US$405 Indonesia mendatangkan sekitar 36 unit ASTROS II MK6 dan beragam perangkat pendukungnya.

ASTROS II MK6 TNI AD
ASTROS II MK6 TNI AD

MLRS merupakan implementasi dari konsep artileri baru. Dalam gelarannya, MLRS terdiri dari tiga komponen utama, yakni Kendaraan pengangkut sistem senjata (platform), seperti truk dan wahana beroda rantai. Modul peluncur serta pemuat roket, dan unit pengemas roket. MLRS ASTROS dan HIMARS menggunakan roket berkaliber 227 mm dengan muatan bomblet berfungsi ganda, anti personel dan anti material. Bagi banyak kalangan, adopsi MLRS jauh lebih efektif ketimbang self propelled howitzer dengan kaliber 155 mm. Dari segi daya hancur, MLRS juga lebih masif ketimbang self propelled howitzer, pasalnya sekali bergerak dapat membawa beberapa roket sekaligus, plus jangkauan tembak yang lebih jauh. Begitu pun dari segi biaya operasional lebih murah dan awak yang dilibatkan juga lebih sedikit, yakni hanya tiga orang.

Polling Indomiliter
Berangkat dari paparan diatas, Indomiliter.com telah menggelar polling dengan pertanyaan, “Armed TNI AD kini diperkuat MLRS ASTROS II MK6, Menurut Anda Siapakah Lawan Tanding Terberatnya.” Polling digelar mulai 20 September hingga 20 Oktober 2014 dengan total 1.181 responden. Polling dilakukan dengan pola one IP one vote.

cap-1cap-2

cap-3

Dalam polling ini, ASTROS II MK6 disandingkan dengan ASTROS II MK5 milik AD Malaysua dan M142 HIMARS yang dioperasikan AD Singapura. Hasil polling cukup menarik dicermati, pasalnya potensi duel artileri medan potensial terjadi di masa mendatang, mengingat jarak dan batas antar negara tetangga yang hanya ‘sejengkalan,’ bisa dipastikan bila antar negara saling mengumbar MLRS, maka kerusakan yang diakibatkan akan terbilang sangat besar.

M142 HIMARS (Singapura)
Singapura hingga kini punya sekitar 18 unit HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) yang ditempatkan di 23rd Battalion, Singapore Artillery. Dalam sekali gelar tempur, M142 HIMARS bisa membawa 6 x 227mm M270 series rockets atau 1 rudal MGM-140 ATACMS (Army Tactical Missile System). Dari total 1.181 responden, sebanyak 1.016 responden (86,03%) memilih M142 HIMARS sebagai lawan tanding terberat untuk ASTROS II MK6 TNI AD.

Dari spesifikasi, roket HIMARS dapat menjangkau sasaran mulai dari 2 sampai 300 kilometer. Sebagai platform penggeraknya adalah truk FMTV 5-Ton. Truk dapat melaju dengan kecepatan 85 km/jam dengan jarak tempuh hingga 480 Km. Dengan dukungan 3 awak (gunner, driver, dan komandan peluncuran), bobot penuh satu unit HIMARS bisa mencapai 11 ton.

14632364988_f40bec578a_zIMG_4381

Uji penembakkan HIMARS AD Singapura.
Uji penembakkan HIMARS AD Singapura.

ASTROS II MK5 (Malaysia)
Karena lebih awal menggunakan ASTROS II ketimbang Indonesia, maka kepunyaan Malaysia diberi label Mk5, meski secara teknis tidak ada perbedaan yang berarti diantara MK5 dan MK6. ASTROS II Malaysia hanya dipilih oleh 165 responden (13,97%) sebagai lawan tanding untuk ASTROS II MK6 milik TNI AD.

astros2_malasia_350

Astros-II

ASTROS II MK5 TDM (Tentera Darat Malaysia) ditempatkan ke dalam 51 Regiment Royal Artillery di Camp Gemas, Negeri Sembilan (Johor). Ketiga baterai tersebut dinamai berdasarkan nama-nama senjata: Baterai Alpha dinamai Keris, Baterai Bravo dinamai Panah, dan Baterai Charlie dinamai Tombak. Pada Januari 2006, setelah kedatangan 18 tambahan ASTROS II dengan total pengadaan (36 unit) sebesar 791 juta RM, 51st Regiment dinyatakan operasional penuh dan ditempatkan dibawah Army Field Command HQ, dari yang tadinya ada dibawah 3rd Division. Pengorganisasian ini memiliki makna bahwa ASTROS II ditempatkan sebagai senjata strategis dengan kemampuan menjangkau lawan, dan diperkirakan akan dipergunakan sebagai respon pertama yang akan diturunkan seandainya Malaysia mendapatkan serangan dari musuh. Merujuk ke situs Wikipedia, disebutkan kini Malaysia punya 54 unit ASTROS II. (Indomiliter)

8 Comments