Latest

V-150 Tersengat Ranjau di Marawi, Ingatkan Kejadian Konga XII D di Kamboja

Meski doktrin antara Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand berbeda, namun kelima negara Asia Tenggara ini punya kesamaan cita rasa dalam wheeled light armored vehicle, dan disatukan dalam “V-150 Commando Brotherhood” sejak dekade 70-an, menjadikan Asia Tenggara sebagai populasi panser V-150 4×4 paling besar setelah Arab Saudi. Lama tak terdengar kiprahnya di tengah-tengah kemunculan alutsista baru, pada akhir Mei 2017 lalu ingatan pada V-150 kembali mencuat setelah dua V-150 Commando berhasil ‘dikandaskan’ oleh kelompok militan Maute pro ISIS dalam pertempuran di Marawi, Filipina. (more…)

Filipina, Sang Senior Pengguna Ranpur M113 di Asia Tenggara

Sebagai mantan pengguna OV-10 Bronco, Indonesia termasuk senior di Asia Tenggara, maklum penempur turbo propeller dengan kemampuan COIN (Counter Insurgency) ini sudah tiba di Tanah Air pada tahun 1976. Namun lain hal sebagai pengguna ranpur (kendaraan tempur) lapis baja M113, sebagai pengguna ranpur APC (Armoured Personnel Carrier) legendaris ini, Indonesia justru paling junior dibanding Filipina, Thailand, dan Singapura. Pasalnya ranpur untuk Yonif Mekanis ini baru diterima secara bekas pakai dari Belgia pada tahun 2014 silam. Sebagai perbandingan negara tetangga, Filipina yang kini tengan berkonflik melawan ISIS, sudah mengoperasikan M113 sejak tahun 1967. (more…)

OV-10 Bronco Beraksi di Marawi, Ingatkan Kenangan Pada Si “Kuda Liar” Pelibas GPK

Jumat, 1 Juni 2017, perhatian kita sejenak beralih ke Marawi, kawasan konflik di Pulau Mindanau, Fililpina. Pasalnya dalam babakan ground attack yang dilakukan AU Filipina atau Philippine Air Force (PAF) muncul sosok yang amat lekat dalam legenda pesawat COIN (Counter Insurgency) Indonesia. Ya, PAF mengerahkan OV-10 Bronco untuk serangan udara ke permukaan ke basis perkubuan kelompok Maute pro ISIS di Marawi. Bronco milik PAF dengan cat cocor merah pada moncongnya terlihat jelas melepaskan bom MK82 untuk direct target.

(more…)

Endurance Class 170: Ambisi Singapura Wujudkan Kapal Induk Helikopter

Bila Singapura tak menunda pembelian pesawat tempur stealth STOVL (Short Take Off and Vertical Landing) F-35B, maka boleh jadi program pengadaan kapal induk (helikopter) Endurance Class 160 akan segera diwujudkan. Bahkan di ajang IMDEX Asia 2017 (16 – 18 Mei 2017) yang berlangsung di Changi, Singapura, ST (Singapore Technologies) Marine merilis desain terbaru Endurance Class dengan lambung lebih panjang yang berlabel Endurance Class 170. Dengan lambung lebih panjang, Endurance Class 170 yang masuk ke segmen Landing Platform Helicopter (LPH) atau Landing Helicopter Assault (LHA) dilengkapi dengan tambahan meriam 76 mm pada bagian anjungannya. (more…)

Hughes HM500: Terminal Satcom Manpack Multiband Untuk Operasi Militer

Hughes Defence, penyedia solusi komunikasi satelit rekanan utama militer Amerika Serikat, belum lama ini telah meluncurkan produk terbarunya, Hughes HM500. Yang menarik dari terminal HM500 multiband yaitu perangkatnya mampu dikemas dalam ransel (manpack), dan dapat dirakit serta disiapkan dalam waktu kurang dari 10 menit. Tak ayal HM500 digadang sebagai perangkat Satcom (Satellite Communications) yang pas menemani pergerakan pasukan elite dalam suatu operasi tempur yang jauh dari pangkalan. Yang menarik lagi, disebut-sebut pihak Indonesia menyatakan tertarik pada perangkat komunikasi taktis ini. (more…)

HTMS Chakri Naruebet: Nasib Kapal Induk Yang Beralih Fungsi Jadi “ThaiTanic”

Selain dipandang mampu memberi efek deteren maksimal, hadirnya kapal induk juga menjadi simbol supremasi kekuatan maritim suatu negara. Indonesia dengan bentang geografis ribuan pulau, secara teori membutuhkan kehadiran kapal induk, baik untuk menunjang misi tempur dan non tempur. Berdasarkan rasio kemampuan, wujud kapal induk untuk Indonesia adalah kapal induk helikopter atau Landing Platform Helicopter (LPH). Meski secara teori ‘masuk akal’ untuk punya kapal induk, namun pada kenyataan tak mudah untuk mengoperasikan kapal induk, terlebih bila anggaran pertahanan ngepas. (more…)

Lihat Detail AS901A 3D, Radar Intai Baterai Kanon Giant Bow 23mm

Terkait musibah yang menimpa operator satuan tembak (satbak) kanon Giant Bow twin gun 23 mm dalam Latihan PPRC (Pasukan Pemukuk Reaksi Cepat) di Pulau Natuna, 18 Mei lalu, kini tengah dilakukan investigasi untuk mengetahui permasalahan yang terjadi pada kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) lansiran Norinco tersebut. Saat musibah, kanon dioperasikan secara manual untuk menembak sasaran berupa drone. Lepas dari musibah, sistem hanud Giant Bow 23 mm sejatinya dapat dikendalikan secara otomatis dari Battery Command and Control Vehicle (BCCV) atau BCV. (more…)