Pindad SS2-V7: Senjata Subsonic dengan Kaliber 5,56 mm

oke

PT Pindad baru-baru ini merilis senjata baru untuk kebutuhan pasukan khusus, mencomot basis SS2, resmilah SS2-V7 diperkenalkan ke publik. Meski punya receiver dan popor khas SS-2, namun SS2-V7 ini tampil beda, yakni tidak nampak handle diatas receiver, meski tetap dilengkapi picatinny rail, laras lebih pendek, langsung dibekali peredam, plus uniknya tidak dilengkapi pengokang. Bahkan disebut-sebut senjata ini punya kecepatan subsonic.
Continue reading

E-7A Wedgetail: Stasiun Radar Terbang Perisai Ruang Udara Australia

a30-001-royal-australian-air-force-boeing-737-7es-wedgetail-8732

Bisa dibilang Boeing adalah manufaktur pesawat yang beruntung, di segmen pesawat komersial, Ia masih jadi raja. Mengandalkan basis pesawat komersial, Boeing juga sukses menelurkan beberapa pesawat intai maritim dan pesawat AEW&C (Airborne Early Warning and Control System) yang paling laris di dunia. TNI AU pun sampai saat ini masih setia menggunakan Boeing 737 200 yang dilengkapi radar SLAMMR (Side Looking Airborne Modular Multi Mission Radar) buatan Motorola untuk meronda lautan NKRI.
Continue reading

Transall C-160: Berstatus Sipil di Indonesia, Moncer Sebagai Pesawat Taktis Militer di Luar Negeri

Foto: Sam Chui

Foto: Sam Chui

Namanya memang kalah kondang dibanding C-130 Hercules, tapi C-160 tergolong pesawat angkut taktis yang kenyang berbagai pengalaman operasi militer. Debutnya sebagai pesawat angkut (kargo) sipil juga tak kalah moncer, bahkan dua dekade lebih C-160 aktif mengundara di langit Nusantara. Meski resminya tak menjadi pesawat militer di Indonesia, C-160 adalah pesawat yang fenomenal, seperti wara wirinya pesawat ini saat mendukung operasi INTERFET (International Force for East Timor) di Timor Timur. Continue reading

Roket Hydra 70: Satu dari Tiga Kombinasi Senjata Maut AH-64E Apache Guardian

KBjpoVa

Hampir di setiap operasi, helikopter tempur AH-64 Apache mengandalkan tiga kombinasi senjata maut, yakni kanon internal M230 30mm chain gun, rudal AGM-114 Hellfire, dan roket Hydra kaliber 70 mm. Untuk item senjata pertama dan kedua, informasinya telah tertuang dalam kontrak pembelian delapan unit AH-64E Apache Guardian Longbow untuk Puspenerbad TNI AD. Lantas bagaimana dengan roket Hydra 70? Continue reading

CZ805 Bren: Senapan Serbu dari Eropa Timur Bercitara Rasa NATO

tumblr_o5ij272Nlw1ut3bn4o1_500

Segala jenis senapan serbu terbaru dari manca negara memang lumrah untuk dicoba, atau paling tidak dimiliki sample-nya oleh pasukan khusus TNI. Tak lain tujuannya agar personel berkualifikasi khusus bisa meng-update pengetahuan tentang senapan serbu anyar yang kini beredar. Contohnya seperti belum lama ini muncul sosok CZ805 Bren yang digunakan Kopaska (Komando Pasukan Katak) TNI AL, dan ada lagi sekuel foto yang memperlihatkan senjata asal Republik Ceko ini tengah dijajal oleh Kopassus (Komando Pasukan Khusus) TNI AD. Continue reading

AGM-114R3 Hellfire: Rudal Penghantar “Api Neraka” dari AH-64E Apache Guardian TNI AD

AH-64D-Apache-Fire-Control-Radar

Rudal anti tank yang mampu diluncurkan dari helikopter masih jadi barang langka bagi militer Indonesia. Satu-satunya yang ada yakni AT-9 milik Puspenerbad TNI AD yang dipasang pada heli serbu Mil Mi-35P Hind buatan Rusia. Namun, jika tak ada pergeseran jadwal, bersama dengan datangnya pesanan delapan unit AH-64E Apache Guardian pada tahun 2017, maka Indonesia akan mengoperasikan rudal AGM-114R3 Hellfire, rudal taktis udara ke permukaan, yang salah satu perannya sebagai tank killer. Continue reading

C-27J Spartan: Pesawat Angkut Taktis Lapis Kedua RAAF, Pernah Jadi Incaran TNI AU

P_20160217_144112

Bagi negara yang punya kekuatan udara lumayan besar, hadirnya pesawat angkut lapis kedua jelas diperlukan, perannya bisa diibaratkan sebagai pendukung pesawat angkut berat seperti C-130 Hercules. Bagi TNI AU, andalan pesawat angkut lapis kedua adalah Airbus Military/Casa C-295M. Sementara bagi AU Australia (RAAF) yang jadi andalan yakni C-27J Spartan buatan Alenia.  Continue reading