MPSTAR: Intip Kemampuan Radar Portable Pada Sistem Hanud RBS-70 Singapura

Dalam gelar sistem pertahanan udara (hanud), time and speed untuk melakukan steling di satu lokasi bagi satuan tembak (satbak) dan komponen radar pendukungnya sangat vital untuk diperhitungkan. Terkhusus pada sistem hanud RBS-70 yang digunakan Arhanudri Kostrad, elemen pendukung pada satbak RBS-70 TNI AD adalah Giraffe 40, yakni portable radar dengan jarak jangkau 40 km yang ditempatkan dalam platform truk Mercedez-Benz atau Volvo 6×6.

Baca juga: Giraffe 40 – Radar Intai Mobile Arhanud TNI AD

Namun berkaca pada tuntutan agar mobilitas bisa lebih ditingkatkan, elemen radar selain ditawarkan dalam platform truk, juga dipersiapkan dalam platform atau kendaraan yang lebih kecil, seperti truk mini atau kendaraan sekelas jip berpenggerak 4×4. Saab selaku manukfaktur sistem Ground Based Air Defence System (GBAD) untuk RBS-70, pada Indo Defence 2016 silam pernah menawarkan model Giraffe 1X, jenis radar 3D yang punya kemampuan deteksi 75 km. Radar ini bisa dipasang pada kendaraan sekelas rantis Komodo atau Humvee.

Nah, sedikit berkaca ke tetangga sebelah, kebetulan pada Singapore AirShow 2018 lalu AU Singapura (RSAF) memperlihatkan MPSTAR (Mounted Portable Search and Target Acquisition Radar) buatan Lockheed Martin. Radar yang disematkan dalam platform rantis Mercedes-Benz MB290 ini berperan untuk mendukung pergerakan satbak RBS-70 yang berada di ranpur Cadilage Cage V-200.

Baca juga: Di Singapura, Ranpur Cadilage Cage dan Rudal RBS-70 Justru Dioperasikan Angkatan Udara

Mercedes-Benz MB290 bisa disebut sebagai rantis ukuran kecil, menjadikan mobilitas sistem hanud RBS-70 Singapura lebih fleksibel untuk digelar lebih cepat di satu titik. MPSTAR sendiri termasuk golongan radar 2D yang memberikan ‘air picture’ pada satbak RBS-70. Tidak itu saja, MPSTAR juga terkoneksi dengan Air Land Tactical Control Centres, semacam Kohanudnas di Indonesia.

MPSTAR sudah dilengkapi fitur IFF (Identification Friend or Foe) dan ECCM (Electronic Counter-Countermeasure) yangd dapat mendeteksi obyek pesawat terbang dan helikopter. Kemampuan deteksi radar ini, untuk sasaran berupa pesawat terbang bisa diendus dari jarak 20 km dan sasara helikopter dari jarak 12 km. Kecepatan putar radar 10 RPM/20 RPM, dan secara simultan dapat melakukan tracking pada 20 sasaran.

Keunggulan lain dari MPSTAR adalah perangkatnya dapat dilepas dari dudukan di Mercedes-Benz MB290, alhasil sistem radar ini dapat di deploy lebin fleksibel, semisal untuk ditempatkan di wilayah yang sulit dicapai kendaraan. Secara umum, MPSAR dioperasikan oleh seorang air warfare officer, seorang air defence system specialist, dan dua orang air defence weapon specialist.

Seperti halnya Indonesia, Singapura juga merupakan pengguna aktif sistem RBS-70 MK2, dan yang dimiliki Singapura pun bukan jenis terbaru (RBS-70 NG), namun dukungan komponen radar untuk RBS-70 terasa maksimal di Singapura, selain ada MPSTAR, RSAF diketahui juga telah memiliki sistem radar terbaru Giraffe AMB.

Baca juga: Giraffe AMB – Generasi Penerus Radar Giraffe 40 Arhanud TNI AD

Giraffe AMB RSAF.

Giraffe AMB (Agile Multi Beam) Multi Mission Surveillance System adalah generasi penerus Giraffe 40 seperti yang digunakan TNI AD. Bila Giraffe 40 hanya mampu mengendus target dari jarak 40 km, maka Giraffe AMB mampu mendeteksi sasaran dari jarak 120 km. (Haryo Adjie)

5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *