Lihat Detail AS901A 3D, Radar Intai Baterai Kanon Giant Bow 23mm

Terkait musibah yang menimpa operator satuan tembak (satbak) kanon Giant Bow twin gun 23 mm dalam Latihan PPRC (Pasukan Pemukuk Reaksi Cepat) di Pulau Natuna, 18 Mei lalu, kini tengah dilakukan investigasi untuk mengetahui permasalahan yang terjadi pada kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) lansiran Norinco tersebut. Saat musibah, kanon dioperasikan secara manual untuk menembak sasaran berupa drone. Lepas dari musibah, sistem hanud Giant Bow 23 mm sejatinya dapat dikendalikan secara otomatis dari Battery Command and Control Vehicle (BCCV) atau BCV.

Baca juga: Battery Command and Control Vehicle – Jantung Pengendali Tembakkan Kanon Giant Bow 23mm

Pada artikel kami terdahulu, bersama host Baby “Lara Croft” Margaretha telah dikupas detail tentang seperti apa kemampuan dan cara kerja dari BCCV. Dan kini giliran, kami ingin mengajak pembaca untuk melihat dari dekat, lebih detail tentang sosok radar AS901A 3D. Radar mobile yang ditempatkan dalam platform truk Tiema XC230 4×4 (tiruan Mercy 2026) ini punya fungsi utama sebagai pemasok data sasaran kepada unit BCCV. Selain fungsi lain sebagai pengawas ruang udara pada baterai (kompi) satuan tembak Giant Bow.

Di dalam kabin, terdapat dua operator yang mengawasi operasi empat komponen utama. Empat komponen tersebut adalah panel control, terminal utama untuk pengoperasian radar, alat komunikasi dan beberapa saklar. Dirunut dari kemampuannya, radar berkemapuan 3D ini dapat mendeteksi 40 titik sasaran sekaligus. Jarak jangkau efektif radar mencapai 30 Km, sementara jarak jangkau maksimal bisa ditingkatkan sampai 50 Km. Karena sistem hanud Giant Bow 23 mm memang dirancang untuk melibas sasaran di ketinggian rendah, maka radar AS901A hanya mampu mendeteksi sasaran di ketinggian 4.000 meter.

Panel control.
Terminal utama.

Baca juga: Isuzu Elf NPS 4×4 Giant Bow 23mm – Jadi Truk TNI Berdaya Gempur Tinggi

Display radar pada terminal utama.
Rangkaian saklar.

Radar AS901A 3D punya kecepatan putar 30 rpm, dan dalam satu waktu dapat mendeteksi keberadaan 30 sasaran sekaligus. Sebagai fitur tambahan, radar ini dilengkapi IFF (Identification Friend or Foe) interrogator. Mengenai sumber energi, radar AS901A 3D ini mengandalkan AC power supply dari single phase 220V/50Khz/6Kw. Sedangkan jika menggunakan asupan baterai dengan DC +24V/100 Ah.

Nah, Anda penggemar dunia militer mungkin penasaran dan ingin tahu seperti apa isi di dalam kabin radar AS901A 3D. Biar tak penasaran, simak video eksklusif dibawah ini tentang serba serbi radar AS901A 3D yang ada Yon Arhanudri 1/Rajawali Kostrad. (Haryo Adjie)

7 Comments