KRI Karimata 960: Setelah Terbakar Hebat, Kini Resmi Pensiun dari Kolinlamil TNI AL

KRI Karimata 960

Setelah mengalami musibah kebakaran pada bulan Mei 2016, akhirnya kapal perang KRI Karimata 960 dari Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI AL resmi dipensiunkan pada 15 Agustus lalu. Lewat sebuah upacara “Penurunan Ular-Ular Perang” maka berakhirlah pengabdian 51 tahun dari jenis kapal angkut logistik ini. Dengan pensiunnya KRI Karimata 960 menandai berkurangnya sisa-sisa kapal perang TNI AL eks Operasi Trikora.

Baca juga: KRI Balikpapan 901 – Kapal Tanker Tua Peninggalan Perang Dingin

Merujuk ke sejarahnya, KRI Karimata 960 didatangkan terkait persiapan Operasi Trikora di era 60-an. Dikutip dari situs tnial.mil.id (16/8/2016), KRI Karimata 960 masuk jajaran TNI AL pada tanggal 18 Maret 1965 dan dioperasikan langsung oleh Kolinlamil. Jika dilihat dari tahun kedatangannya, kapal ini dikirim ke Indonesia setelah Operasi Trikora ditutup, karena telah tercapai kesepakatan damai dengan Belanda atas Papua.

Baca juga: KRI Sorong 911 – Kapal Tanker Pendukung Operasi Pendaratan Amfibi di Dili

07-960

Dirunut dari fungsinya, kapal ini masuk dalam jenis BU (Bantu Umum) dan logistik/cargo. Meski operasinya berada dibawah Kolinlamil, namun pembinaannya dibawah Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta. Dalam definisi internasional, KRI Karimata 960 dimasukkan sebagai jenis kapal Coaster dari Tizla Class. Kapal ini dibuat di galangan Hungaria Shipyards and Crane work Budapest Angyafold pada tahun 1964.

Baca juga: KRI Multatuli 561 – “Kapal Markas Yang Misterius

Dari spesifikasi, KRI Karimata 960 punya panjang 74,54 meter dan lebar 11,30 meter. Kapal peninggalan era Perang Dingin ini memiliki berat 1.301 DWT dan mampu mengangkut muatan (payload) 850 ton dan personel dengan fasilitas 250 pasukan dengan kelengkapannya perorangan lainnya. Bicara tentang kecepatan, kapal tua ini hanya punya kecepatan maksimal 11,5 knot per jam. Untuk bekal perlidungan, KRI Karimata 960 dilengkapi senapan mesin laras ganda kaliber 12,5 mm yang berada di lambung kanan dan kiri. Selain itu, awak kapal dilengkapi senjata perorangan berupa AK-47 buatan Rusia.

Awak kapal KRI Karimata 960 melaksanakan latihan penembakan dengan AK-47.
Awak kapal KRI Karimata 960 melaksanakan latihan penembakan dengan AK-47.

Baca juga: KRI Teluk Bone 511 – Terlibat Dua Momen Pendaratan Amfibi Bersejarah

Senapan mesin laras ganda kaliber 12,7 mm di KRI Karimata 960.
Senapan mesin laras ganda kaliber 12,7 mm di KRI Karimata 960.
Latihan pemadaman kebakaran di KRI Karimata 960.
Latihan pemadaman kebakaran di KRI Karimata 960.

Sepanjang pengabdiannya, KRI ini telah berjasa bagi bangsa dan negara di dalam pelaksanaan tugas operasi baik dalam operasi militer perang maupun operasi militer selain perang serta operasi bakti lainnya diantaranya yang terkini Operasi Baksos Tsunami 2004 di Aceh, Operasi Rakata Jaya 2013 di wilayah Sulawesi dan Operasi Ekspedisi NKRI tahun 2014 di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Terbakar
Ibarat pepatah, “untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak,” pada hari Sabtu (7/5/2016), KRI Karimata 960 yang sandar di Pangkalan TNI AL Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami kebakaran dengan akibat kerusakan yang cukup serius. KRI Karimata 960 dalam kejadian tersebut tidak sampai terbakar habis. KRI Karimata 960 hanya sempat miring karena telah banyak kemasukan air yang disemprotkan dari kapal-kapal tunda PT Pelindo II sebagai prosedur pendinginan kobaran api.

Proses pemadaman KRI Karimata 960.
Proses pemadaman KRI Karimata 960.
Penampakan anjungan setelah api berhasil dikuasai.
Penampakan anjungan setelah api berhasil dikuasai.

Baca juga: KRI Teluk Semangka 512 – LST Besutan Korea Selatan Pertama Yang Akhiri Masa Tugas

Pada bulan Juli 2014, KRI Karimata 960 di Perairan Laut Jawa sempat mengadakan latihan uji terampil, diantaranya peran tempur bahaya udara, peran tempur bahaya permukaan, peran melewati medan ranjau, peran kebakaran dan kebocoran, peran orang jatuh dilaut, selain itu diujikan juga material dan kesiapan perangkat lunak yang dihadapkan kepada tugas-tugas operasi sesuai fungsi asasinya.

KRI Mentawai 959 dibalik KRI Karimata 960.
KRI Mentawai 959 dibalik KRI Karimata 960.

KRI Karimata 960 tidak sendirian datang ke Indonesia, masih ada KRI Mentawai 959 yang juga diproduksi dari galangan dan asal negara yang sama. KRI Mentawai-595 masuk jajaran TNI AL pada tanggal 1 September 1964 dan juga dioperasikan oleh Kolinlamil. (Bayu Pamungkas)

8 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *