Latest

M109A4 GS Untuk Armed TNI AD Telah Tiba di Indonesia

Setelah dikapalkan dari Belgia, sebanyak 18 unit Self Tracked Propelled Howitzer alias Artileri Swagerak jenis M109A4 155 mm untuk Satuan Artileri Medan (Armed) TNI AD telah tiba hari Selasa (25/7) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Meski berstatus bekas pakai AD Belgia, hadirnya alutsista ‘kelas berat’ ini jelas membawa arti penting bagi modernisasi persenjataan di lini Armed TNI AD, khususnya pada Self Tracked Propelled Howitzer yang selama puluhan tahun mengandalkan AMX-13 MK61 kaliber 105 mm.  (more…)

Lihat Dari Dekat Aligator CPV, Sang Pengendali Tembakkan RM70 Vampire Korps Marinir

Dalam skenario pertempuran, unit infanteri dan kavaleri dapat meminta bantuan tembakkan artileri medan dari baterai MLRS RM70 Vampire Korps Marinir. Mungkin jadi pertanyaan bagi sebagian orang, bagaimana jalur komunikasi yang dilakukan dalam ‘meminta’ bantuan tembakkan tersebut? RM70 Vampire yang bergerak dalam sistem baterai (kompi) dirancang untuk beroperasi secara terintegrasi dengan Command Post Vehicle (CPV), yakni berupa ransus (kendaraan khsusus) Aligator (bukan Alligator-red) 4×4 produksi Kerametal, manufaktur persenjataan dari Slovakia. Aligator CPV inilah yang menjadi hub komunikasi antara unit yang meminta bantuan tembakkan dan unit pucuk RM70 Vampire. (more…)

Intip Detail, MLRS RM70 Vampire Batalyon Roket 2 Korps Marinir

Untuk urusan daya gempur artileri medan, Korps Marinir TNI AL memang tak tanggung-tanggung, setelah diperkuat Howitzer LG-1 MKII kaliber 105 mm, Resimen Artileri Korps Baret Ungu ini masih punya senjata yang lebih lethal, yakni MLRS (Multiple Launch Rocket System). Jenis alutsista yang satu pucuknya mampu membuat hancur lebur area seluas 3 hektar ini, telah dimiliki versi terbarunya yang didatangkan dari Ceko tahun 2016 lalu. Inilah RM70 Vampire, MLRS kaliber 122 mm yang sistem kendalinya sudah mengusung komputerisasi. Dan di serial “Lady Lara Croft Indonesia” kali ini, Indomiliter.com bersama host Baby Margaretha diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat RM70 Vampire, senjata pamungkas di Batalyon Roket 2 Resimen Artileri Korps Marinir. (more…)

Mengenal SHIKRA: Radar Pengendus Sasaran Untuk Rudal Starstreak TNI AD

Merujuk ke informasi dari SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute), dalam daftar belanja alutsista TNI tahun 2014 mencakup lima unit sistem radar CONTROLMaster 200 untuk melengkapi platform ForceSHIELD yang terdiri dari unit penindak berupa rudal SHORAD (Short Range Air Defence) Starstreak HVM (High Velocity Missile) buatan Thales, Inggris. Masih dari SIPRI, disebutkan nantinya pihak user, yakni Arhanud TNI AD bakal dilengkapi 500 rudal Starstreak dalam 48 unit Satbak (Satuan Tembak). Starstreak dipasaran dikenal sebagai rudal MANPADS (Man Portable Air Defence Systems) tercepat, yakni mampu menguber sasaran dengan kecepatan Mach 3.5. (more…)

Militer Cina Tampilkan Sosok Unmanned Supply Truck 8×8

Dengan basis tank amfibi BMP-3, tahun lalu Rusia berhasil merilis prototipe drone tank atau Unmanned Combat Ground Vehicle (UCGV) dalam proyek “Udar.” Dan masih dalam segmen drone di permukaan, belum lama ini Kementerian Pertahanan Nasional Cina telah melangsungkan uji coba sebuah drone truk berpenggerak 8×8. Belum diketahui persis platform truk yang diadopsi, namun nampak jelas drone truk ini diperankan sebagai Unmanned Supply Truck. Ditilik dari tampilannya, truk yang dikendalikan  remote dan otomatis ini mirip dengan truk Tatra T815 8×8 yang dioperasikan Korps Marinir TNI AL. (more…)

Dengan Radar Weibel, Kini Satrad 215 Mampu Mengendus Pergerakan di Pulau Christmas

Jarak antara basis militer Australia di Pulau Christmas dan bibir pantai Selatan Pulau Jawa ada kisaran 400 – 450 km. Tentu bukan jarak yang terlalu jauh untuk beragam misi yang terkait kepentingan strategis dan taktis Negeri Kangguru. Namun, sayangnya pengendus sasaran jarak jauh alias radar intai milik Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional) yang menghadap Samudera Hindia justru ditempatkan dari jenis yang sudah lawas.

(more…)

Patrakom Tuntaskan Instalasi Satcom Ku-band di Korvet dan LPD TNI AL

Setelah sukses melakukan instalasi perangkat komunikasi berbasis satelit di beberapa kapal Pelni, kini PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom) diwartakan telah sukses melalukan instalasi perangkat komunikasi berbasis satelit atau Satcom (Satellite Communications) Ku-band stabilised parabolic antenna pada armada kapal perang TNI AL, yakni di empat unit LPD (Landing Platform Dock), korvet Diponegoro Class, dan korvet Bung Tomo Class.

(more…)