Latest

Ada Teknologi Saab di Jet Tempur Tejas

Nama Tejas beberapa waktu lalu sempat santer diperbincangkan, pasalnya jet tempur single engine produksi Hindustan Aeronautics Limited (HAL) tengah dipertimbangkan pengadaannya oleh pengambil kebijakan di Indonesia. Meski India baru dalam tahap mempersiapkan briefing technical aspect kepada TNI AU, berita tersebut sontak menjadi kontroversi, tanggapan bermunculan yang umumnya menyangsikan kemampuan jet tempur yang baru resmi diluncurkan pada 17 Januari 2015. (more…)

Syaratkan Full ToT, Kemhan Evaluasi Pengadaan 50 Unit IFV Untuk Korps Marinir

Sebelum era Marder 1A3 dari Jerman, di tahun 2010 tersiar kabar pengadaan IFV (Infantry Fighting Vehicle) K-21 dari Korea Selatan untuk kebutuhan TNI AD. Bahkan situs Yonhapnews.co.kr (11/11/2010) telah menyebut jumlah ranpur yang akan diakuisisi berjumlah 22 unit, dan akan dikirim ke Indonesia pada tahun 2013. Dan pada akhirnya pengadaan K-21 kandas, sebagai gantinya Marder 1A3 bekas pakai AD Jerman dipilih untuk memperkuat Satuan Infanteri Mekanis TNI AD. Tujuh tahun berlalu, baru-baru ini nama K-21 kembali disebut-sebut dalam bursa ranpur untuk memperkuat kebutuhan Kavaleri Korps Marinir TNI AL.

(more…)

Taurus KEPD 350: Rudal Jelajah Jarak Jauh Anti Jamming GPS

Dilihat dari harga per unitnya yang mencapai Rp13,5 miliar, plus tidak ada platform jet tempur yang cocok mengusungnya, jelas rudal udara ke permukaan yang diberi label Taurus ini bukan untuk Indonesia. Meski begitu, kecanggihan rudal blesteran Jerman – Swedia ini layak ditelaah, mengingat kemampuan long range air to surface missile ini begitu diandalkan untuk melahap sasaran terpilih (high level target). Statusnya memang belum battle proven, tapi kehadiran Taurus menjadi daya tawar Korea Selatan dalam menghadapi rencana agresi Korea Utara. (more…)

Avenger II: Sensor Canggih Berbasis Thermal di Drone Saab Skeldar V-200

Di pameran dirgantara Aero India 2017 di kota Bangalore (14 – 18 Februari), Indomiliter.com menjadi salah satu media dari Indonesia yang pertama kali berkesempatan melihat langsung Saab Skeldar V-200, jenis drone helikopter VTOL (Vertical Take Off and Landing) pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI yang dikabarkan dalam waktu dekat bakal dikirim ke Indonesia. Dibanding drone pada umumnya, Skeldar V-200 memang dirancang untuk tugas-tugas yang berkaitan pada intai maritim. (more…)

Aero India 2017: Saab Perkenalkan Hanggar Kamuflase dan Deployable Aircraft Maintenance Facility

Dalam operasi udara yang membutuhkan penggelaran kekuatan (deployment) dari pangkalan utama (home base) ke pangkalan aju (terdepan), selain bicara tentang taktik dalam misi tempur, salah satu yang mutlak menjadi pemikiran adalah ketersediaan fasilitas hanggar yang memadai di pangkalan aju, hanggar yang tak hanya berperan sebagai tempat berlindung jet tempur, melainkan juga dapat difungsikan sebagai area pemeliharaan. (more…)

Siap Dikirim Ke Indonesia! Saab Skeldar V-200, Drone Helikopter Untuk Misi Intai Maritim

Setelah awal tahun lalu Bakamla (Badan Keamanan Laut) RI memesan tiga unit drone helikopter Rajawali 350, kini drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) helikopter dengan kemampuan real time intai maritim dari tipe yang lebih canggih dikabarkan bakal segera hadir di Indonesia. Yang dimaksud drone VTOL (Vertical Take Off and Landing) Saab Skeldar V-200 yang telah merampungkan masa uji dan performa pada kuartal keempat tahun 2016. Dan kini Skeldar V-200 dalam status siap dikirmkan ke Indonesia. (more…)

[Polling] Pandur II: Jadi Pilihan Utama Platform Produksi Ranpur 8×8 Nasional

Berangkat dari tuntasnya penguasaan teknologi ranpur (kendaraan tempur) 6×6, dan tuntutan kebutuhan ranpur lapis baja berpenggerak 8×8, maka mulai muncul jenis panser 8×8 di arsenal TNI yang dipelopori Satuan Kavaleri Korps Marinir TNI AL, hingga berlanjut pada permintaan di Satuan Kavaleri di TNI AD untuk memodernisasi stock ranpur berusia lanjut. Dan ditengah keriuhan kabar pengadaan panser 8×8, tidak terlupa pula proses ToT (Transfer of Technology) di dalamnya, dimana industri pertahanan di dalam negeri nantinya harus mampu memproduksi panser 8×8.

(more…)